BPK Temukan Dugaan Manipulasi data Pada Belanja Perjalanan Dinas di Dishub Langkat

 

MEDAN (Portibi DNP) : Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) melakukan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat tahun 2025.

 

Hasilnya, BPK menemukan, diantaranya, dugaan manipulasi data pada belanja perjalanan dinas di Dinas Perhubungan (Dishub).

 

Temuan itu tercatat dan tertulis pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan Pemkab Langkat tahun 2025, nomor : 66.B/T/LHP/DJPKN-V.MDN/PPD.01/01/2026, tanggal 26 Mei 2026.

 

Berikut penjelasan BPK Perwakilan Sumut yang dikutip pada LHP tersebut di atas. Hasil pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban belanja perjalanan dinas dan konfirmasi kepada pelaksana perjalanan dinas, diketahui, terdapat pembayaran uang harian yang tidak sesuai dengan Standar Satuan Harga (SSH).

 

Yaitu, tujuan perjalanan dinas ke Bekasi dan Bogor yang seharusnya menggunakan uang harian perjalanan dinas wilayah Jawa Barat sebesar Rp430.000.

 

Diduga, telah terjadi manipulasi data. Dimana, dalam dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) menggunakan uang harian Jakarta sebesar Rp530.000.

 

Sehingga terdapat kelebihan pembayaran uang harian sebesar Rp2.700.000, dengan perincian sebagai berikut.

 

Pembayaran Uang Harian dan Uang Representasi Melebihi SSH

 

SKPD :

Dinas Perhubungan

Pembayaran

Pertanggungjawaban :

Rp14.310.000

Seharusnya :

Rp11.610.000

Kelebihan pembayaran :

2.700.000

 

Atas kelebihan pembayaran tersebut, telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah sebesar Rp2.700.000.

 

Atas permasalahan tersebut, Pemkab Langkat melalui SKPD terkait menyatakan sependapat dengan temuan pemeriksaan BPK dan selanjutnya akan menindaklanjuti temuan tersebut sesuai rekomendasi.(red/tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar