Berbuntut Panjang , Dugaan Perampasan Hp Milik Wartawan Oleh Kanit Laka Lantas Polres Labusel akan Dilaporkan  Ke Kapolri

Keterangan : Zainal Arifin Lase dan Kanit Laka Lantas Polres Labusel Aipda Pol Alex Panggaribuan.

Labuhanbatu (Portibi DNP):Dugaan Perampasan Hp Milik Wartawan Oleh Kanit Laka Lantas Polres Labusel berbuntut panjang. Direktur perusahaan media mitranegaragpri yaitu Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Garuda Sakti Republik Indonesia (LGS – RI) Medan Sumut akan melaporkan, menuntut dan menggugat Kanit Laka Lantas Polres Labusel itu kepada Kapolri di Jakarta, sesuai Undang Undang dan Peraturan yang berlaku.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kasus itu  bermula Zainal Arifin Lase dan Ahmad Idris wartawan mitranegaragpri-ak.com) masuk keruangan Kanit Laka Lantas Polres Kabupaten Labuhanbatu Selatan Aipda Pol Alex Panggabean untuk melakukan konfirmasi terhadap peristiwa Laka Lantas di jalan Pinang Awan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, pada hari Jumat 3 maret 2023 lalu, yang menyebabkan salah satu korban tewas meninggal dunia.

“Bersamaan dengan itu , kami melihat advokat / pengacara korban Laka Lantas bernama Neformasi Halawa, SH, C.NSP, C.HMt juga di dalam ruangan Kanit,”ujarnya

Sebelumnya, lanjut Zainal Lase menceritakan kronologisnya , bahwa untuk mencari kebenarannya Laka Lantas tersebut, mereka terjun langsung mengkonfirmasi kepada Kasat Lantas Polres Labuhanbatu Selatan diruang kerjanya pada 28 maret 2023, namun sangat disayangkan tidak dapat ketemu dengan Kasat Lantas Polres Labusel.

Selanjutnya ungkap Zainal Lase yang juga aktif sebagai Sekretaris di Wadah Grup Harimau Pers Labuhanbatu Raya Sumut itu menjelaskan, setelah tidak ketemu sama Kasat Lantas, lanjut bergerak untuk mengkonfirmasi kepada Kanit Laka Lantas Polres Labusel yaitu Aipda Pol Alex Panggabean dikantornya.

“Kanit Laka bertanya kepada kami,”kita dari mana pak”, kata kanitnya..terus saya jawab,”kita dari media pak”, lalu kanitnya bilang “yah keluar la dulu pak, masih ada yang mau kami bicarakan ini” ucap Zainal Lase menirukan ucapan dari Kanit Laka Lantas Labusel tersebut.

Masih Zainal Lase, kemudian saya jawab , “Oke pak, tapi bisa saya balik lagi nanti kan pak untuk mengambil keterangan kebapak soal kejadian lakalantas ini,” lalu kanitnya bilang,”Yah silahkan”.

Habis itu kami keluar dari ruangan Kantor Kanit Laka Lantas Polres Labuhanbatu. Dan, tinggallah di ruangan kantor Kanit Laka Lantas itu pengacara Neformasi Halawa SH bersama diduga keluarga korban Laka Lantas dan pihak perusahaan pemilik kendaraan mobil yang Laka Lantas tersebut.

Dan, sudah beberapa menit menunggu diluar. Akhirnya keluar tamunya yaitu pengacara, keluarga korban Laka Lantas dan pengusaha tersebut.

“Setelah itu, saya dan rekan saya bernama Ahmad Idris juga wartawan masuk keruangan Kanit Laka Lantas Polres Labusel Aipda Pol Alex Panggabean dan selanjutnya rekan Idris mengatakan, “permisi pak,” lalu kanitnya bilang ,”yah silahkan”, habis itu atas nama Idris kemudian menyalami Kanit. Tiba tiba Kanit Laka Lantas memukul meja kerjanya sambil mengatakan, “Apa ini banyak kerjaan ku,” kemudian saya yang dibelakang si Idris memvideokan untuk mewawancarai Kanit Laka tersebut lalu ia tidak terima, sambil mengatakan kenapa kau video kan saya dan tidak izin sama saya,” sambil berdiri dia mengatakan “hapus video itu” sambil mengambil hp saya dan menghapus beberapa video yg ada di hp saya”, ungkap Zainal Arifin Lase, seakan kesal atas perilaku Kanit Laka Lantas Polres Labusel tersebut.

Diungkapkan Zainal Lase, seterusnya usai menghapus video dan Foto foto yang ada di Handphonenya, Kanit Laka Lantas lalu mengembalikan Handphone Zainal lalu mengusir Zainal Arifin Lase dan rekan Ahmad Idris keluar dari ruangan kantornya. “Keluar kalian, ini kantor saya,” ucap  Aipda Pol Alex Pangaribuan sambil mendorong kami ( Zainal Lase dan Ahmad Idris ) keluar .

Jadi begitu la ceritanya agar tidak salah paham karena selain video, kita ada rekaman dari awal masuk ke Polres Labusel jadi gak perlu kita takut. Dan, bukti bukti akurat ada pada kita.

Dan kanitnya sudah mengakui kesalahannya sama Propam waktu dipanggil sama Propam, lalu ada apa dibalik itu. Kanitnya bisa mengatakan bahwa dia tidak bersalah. Dan, malah membantah di salah satu media media Online terbitan  Labuhanbatu Sumut yang terbit pada hari,Kamis (30/03/2023), atas perampasan Handphone tersebut”, bilang Zainal Lase.

Berita : Mora Tanjung.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Usai Sudah Kita Nyoblos..


Bolo : Bersatulah kita membangun bangsa..

 

Kebiasaan yang sudah ada bersatu kita teguh..


Bolo : Jadi semboyan hidup agar maju menuju Indonesia Emas 2045