Foto: Kondisi di SMAN 7 Binjai kemarin
BINJAI (Portibi DNP) : Kemarin, siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Binjai melakukan aksi unjukrasa.
Dalam aksinya, para siswa-siswi ini menuntut agar Kepala SMAN 7 Binjai, Khaidir Nasution, dicopot dari jabatannya.
Aksi unjukrasa ini pun viral di media sosial. Berdasarkan video yang viral di media sosial, aksi unjukrasa ini dilakukan diduga akibat bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tidak juga dicairkan.
Bahkan, saldo bantuan tersebut dikabarkan masih kosong. Berdasarkan keterangan orang tua murid, pencairan dana KIP yang dimiliki pelajar SMAN 7 Binjai tidak beraturan.
Dimana, sebagian siswa sudah menerima dan sebagian lainnya belum menerima sama sekali.
“Ada yang udah cair. Tapi banyak yang belum cair sampai sekarang. Buku tabungannya ada, tapi saldonya kosong. Pihak sekolah pun tidak memberikan penjelasan. Makanya anak-anak ini menggelar aksi,” kata salah seorang wali murid.
Selain persoalan KIP, persoalan kenaikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMAN 7 Binjai juga dipertanyakan oleh para siswa.
Dimana, kenaikan SPP tanpa penjelasan apapun dari pihak sekolah. Selain itu, adanya dugaan pengutipan tambahan dengan dalih untuk perlombaan 17 Agustus,.
Belum lagi, buruknya fasilitas sekolah. Dimana, ada beberapa lantai keramik yang pecah diruangan siswa. Sementara, Kepala SMAN 7 Binjai, Khaidir Nasution, hingga kini belum mau memberi keterangan terkait aksi unjukrasa yang dilakukan para siswa.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemberantasan Korupsi (DPN LPK) Norman Ginting SE, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait penggunaan dana SPP, Bantuan Operasional Pendidikan (BOS) dan KIP di SMAN 7 Binjai.
“Kita minta APH segera memeriksa dan menyelidiki penggunaan dana SPP, BOS dan KIP yang ada di SMAN 7 Binjai. Jika memang sudah sesuai, mengapa masih ada kerusakan yang terjadi di SMAN 7 Binjai. Salah satunya, adanya lantai keramik yang pecah itu,” katanya kepada wartawan, Rabu (06/11/2024).
Ia pun berharap kepada APH, saat pemeriksaan dan penyelidikan nanti, APH bisa terbuka kepada publik.
“Ya, kita berharap, apa hasil pemeriksaan dan penyelidikan terkait penggunaan dana BOS, KIP dan SPP di SMAN 7 Binjai, APH bisa terbuka dan transparan. Jangan ditutup-tutupi, publikasikan. Jika memang ada kesalahan dalam penggunaannya, segera tetapkan siapa saja yang bakal dijadikan tersangka,” ujarnya. (Tim)























