DPN LPK Minta Kejati Sumut Periksa Dana BOSP di SMA Negeri 1 Wampu

 

MEDAN (Portibi DNP) : Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemberantasan Korupsi (DPN LPK) meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumu) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMA Negeri Wampu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut.

Permintaan ini ditegaskannya kepada wartawan, ketika diminta komentar mengenai realisasi penggunaan dana BOSP Tahun 2024 di SMA Negeri 1 Wampu, Jumat (19/09/2025).

Kata pria yang sering melaporkan kasus-kasus dugaan korupsi yang ada di Sumut ini, sebagai seorang pejabat, seharusnya Kepala SMA Negeri 1 Wampu mau memberikan keterangan terperinci mengenai realisasi belanja dana BOSP.

Hal itu dilakukan, agar tidak muncul di “mata publik” bahwa realisasi penggunaan dana BOSP di SMA Negeri 1 Wampu disalahgunakan.

“Ketika ditanya wartawan mengenai realisasi penggunaan dana BOSP di SMA Negeri 1 Wampu, berikan saja secara terperinci tentang apa-apa saja yang dibelanjakan. Bila perlu, kirimkan semua laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana BOSP kepada media. Itulah bentuk keterbukaan informasi publik. Dengan tidak adanya keterangan tentang realisasi penggunaan dana BOSP kepada media, jelas akan menjadi tanda tanya, ada apa sebenarnya dengan realisasi belanja dana BOSP di SMA Negeri 1 Wampu,” imbuhnya.

Saat ini, sambungnya, ada beberapa sekolah, ketika ditanya media tentang realisasi penggunaan dana BOSP di sekolahnya, selalu menyatakan sudah pernah diperiksa Inspektorat dan tidak ada masalah.

Namun anehnya, hasil pemeriksaan dari Inspektorat tidak pernah dipublikasikan. “Paparkan saja semuanya. Bila perlu, berikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) atas realisasi penggunaan dana BOSP kepada media. Kan, tidak ada masalah. Jadi, ngapai takut untuk memberikannya kepada media,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kejati Sumut nanti, diharapkan bisa menjadi jawaban bagi masyarakat, tentang ada tidaknya dugaan korupsi pada realisasi penggunaan dana BOSP di SMA Negeri 1 Wampu.

“Mudah-mudahan, pada saat pemeriksaan dan penyelidikan nanti tidak ditemukan adanya dugaan korupsi pada realisasi penggunaan dana BOSP di SMA Negeri 1 Wampu,” katanya mengakhiri.

Untuk diketahui, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sumut tahun 2024.

LHP bernomor : 36.B/LHP/XVIII.MDN/05/2025, tertanggal 22 Mei 2025 itu, menemukan beberapa permasalahan.

Diantaranya, BPK menemukan adanya permasalahan pada realisasi penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang dilakukan secara uji petik atas beberapa sekolah negeri yang ada di Provinsi Sumut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sumut Tahun 2024, BPK menemukan adanya realisasi dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan.

Temuan itu dicatat dalam LHP bernomor : 36.B/LHP/XVIII.MDN/05/2025 tertanggal 22 Mei 2025.

Menurut BPK, berdasarkan hasil pengujian secara uji petik (metode pemeriksaan yang dilakukan dengan cara memeriksa sebagian dari keseluruhan objek yang diperiksa, bukan seluruhnya, red) pada 27 sekolah atas dokumen pertanggungjawaban dana BOS dan pemeriksaan atas keberadaan barang-barang hasil pengadaan yang bersumber dari belanja BOSP, diketahui terdapat kekurangan volume atas pengadaan barang pada belanja dana BOSP.

Kekurangan volume tersebut terdiri dari pengadaan mebel, alat-alat elektronik, alat-alat kebersihan, alat-alat olahraga, obat-obatan, barang elektronik, alat-alat praktikum, buku dan pembayaran atas pemeliharaan sekolah.

Selain itu, berdasarkan hasil pengujian secara uji petik yang dilakukan BPK pada 26 sekolah atas pertanggungjawaban belanja dana BOSP dan konfirmasi kepada penyedia serta konfirmasi kepada pihak terkait, BPK menemukan adanya ketidaksesuaian antara Bukti pertanggungjawaban belanja dana BOSP dengan kondisi senyatanya.

Masih menurut BPK, beberapa kondisi yang tidak sesuai kondisi senyatanya adalah, pemesanan konsumsi tidak sesuai konfirmasi (harga hasil konfirmasi tidak sesuai dengan dokumen pertanggungjawaban), harga fotocopy soal ujian tidak sesuai kondisi sebenarnya, pengeluaran kas tidak didukung bukti pertanggungjawaban dan biaya transport yang tidak dilengkapi dengan bukti.

Lalu, penggunaan belanja dana BOSP yang tidak sesuai dengan Juknis pengelolaan dana BOSP.

Yaitu, pembayaran honor bagi ASN yang telah mendapatkan gaji dari APBD, melakukan pembelian konsumsi rutin dan pembelian surat kabar yang tidak relevan dengan pembelajaran.

Dari beberapa sekolah negeri yang diperiksa secara uji petik, tidak nampak bahwa SMA Negeri 1 Wampu sudah diperiksa oleh BPK Perwakilan Sumut.

Namun, BPK ada menguraikan realisasi penggunaan dana BOSP di SMA Negeri 1 Wampu.

Berikut uraian realisasi penggunaan dana BOSP Reguler Tahun 2024 di SMA Negeri 1 Wampu yang tertulis pada LHP bernomor : 36.A/LHP/XVIII.MDN/05/2025 tertanggal 22 Mei 2025.

Saldo Awal :

Rp12.166.400

Penerimaan 1 Tahun :

Rp572.953.600

Total Penerimaan :

Rp585.120.000

Belanja Operasi :

Rp479.550.600

Belanja Modal Peralatan dan Mesin :

Rp29.136.000

Belanja modal aset tetap dan lainnya :

Rp76.433.400

Belanja Modal :

Rp105.569.400

Total Belanja :

Rp585.120.000

Pengembalian :

Rp0

Saldo akhir :

Rp0

Keterangan :

0

Berdasarkan hal di atas, wartawan mencoba melakukan konfirmasi mengenai, apakah SMA Negeri 1 Wampu sudah diperiksa oleh BPK dan apa-apa saja yang dibelanjakan pada realisasi penggunaan dana BOSP tahun 2024 kepada Kepala SMA Negeri 1 Wampu Sahrul Hasan Ranut, via pesan WhatsApp, Kamis (18/09/2025).

Sayangnya, hingga berita ini dibuat belum juga ada jawaban. Padahal, pesan sudah berceklist dua.(Tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar