Aktivitas Truk Bongkar Muat dan Trotoar Dipakai Lapak Parkir Dikeluhkan Warga Medan Tembung di Reses Ahmad Afandi Harahap

 

MEDAN (Portibi DNP) : Trotoar yang dijadikan lapak parkir dan digunakan tempat berjualan oleh Pedagang Kali Lima (PKL) menjadi biang kemacatan lalulintas di kawasan Jalan Letda Sudjono, Kecamatan Medan Tembung.

Selain itu, aktifitas truk bongkar muat yang terletak di sepanjang Jalan Pukat II, Kelurahan Bantan Timur dituding sebagai biang kemacatan.

 

 

Meskipun sudah terjadi sejak lama, namun Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum memberikan tindakan tegas terhadap kondisi tersebut.

Keluhan itu disampaikan warga saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Ahmad Afandi Harahap menggelar reses III Masa Sidang III tahun 2024-2025 di Jalan Letda Sujono Kecamatan Medan Tembung, Minggu (27/7/2025) .

Menjawab itu secara tegas, Anggota Komisi IV DPRD Medan itu meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Medan melakukan penertiban terhadap para jukir liar dan PKL liar yang menggunakan trotoar untuk lapak parkir dan berjualan.

Penertiban juga, katanya harus dilakukan Dishub terhadap aktivitas bongkar muat oleh truk-truk ekspedisi yang beroperasi di kawasan Jalan Pukat II.

“Kondisi ini sudah bertahun-tahun dikeluhkan warga, tapi tidak ada penertiban. Kalau lurah dan camat tidak mampu, saya minta Wali Kota Medan segera evaluasi kinerja mereka, termasuk oknum Dishub yang terlibat,” katanya.

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, selain menyebabkan kemacetan, aktivitas truk ekspedisi yang kerap melebihi kapasitas tonase juga merusak kondisi jalan.

Ia menilai keberadaan gudang-gudang ekspedisi di Jalan Pukat II tidak sesuai dengan peruntukan kawasan yang merupakan wilayah permukiman, bukan kawasan pergudangan.

“Gudang-gudang itu harus ditertibkan karena jelas-jelas melanggar. Tidak ada alasan pembiaran, apalagi jika tidak memiliki izin usaha,” ujarnya.

Sebelumnya R. Simanjuntak seorang warga yang mengaku tinggal di Jalan Letda Sudjono menyebut kemacatan lalu lintas di sepanjang kawasan Jalan Letda Sudjono, Jalan HM Yamin dan Jalan Aksara setiap harinya membuat dia dan kemungkinan dialami oleh masyarakat lainnya harus merasakan asap dari kenderaan bermotor yang melintas di lawasan tersebut.

Bahkan, kemacatan lalulintas di kawasan Medan Tembung sudah lama dikeluhkan masyarakat ke Pemko Medan.

“Tapi itulah pak, macet di Jalan Letda Sudjono, Jalan Aksara dan HM Yamin sampai sekarang masih setiap hari terjadi,” pungkasnya.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar