MEDAN(Portibi DNP): Puluhan korban penipuan calon siswa (casis) TNI AD menggelar aksi di depan gedung DPRD Sumut, Medan, Selasa (11/2). Mereka menuntut penegakan hukum terhadap oknum yang diduga melakukan penipuan serta meminta anak-anak yang menjadi korban penipuan diterima menjadi anggota TNI AD.
Menurut kuasa hukum para korban, Dewi Latuperisa, anak-anak tersebut telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Rindam I/BB Pematangsiantar selama tiga bulan. Mereka telah ditempa secara militer secara fisik dan mental sesuai standar militer.
“Anak-anak kami telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan baik, namun setelah itu mereka tidak diterima menjadi anggota TNI AD,” kata Dewi.
Para korban juga menuntut agar uang yang dipungut dari keluarga atau orangtua casis oleh oknum dikembalikan. Total uang yang diambil dari keluarga korban mencapai Rp40 miliar. Salah seorang orangtua casis mengaku telah mengeluarkan uang sekira Rp300 juta untuk biaya pendidikan dan pelatihan anaknya.
Baca: Terkait Dugaan KKN di PDAM Tirtanadi, Ketum GPPM Minta Pj. Gubernur dan DPRD Sumut Panggil AST
“Aksi kami hari ini adalah untuk menuntut keadilan dan meminta agar anak-anak kami diterima menjadi anggota TNI AD,” kata salah seorang orangtua casis.
Aksi tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sumut, Ihwan Ritonga. Ihwan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan menyampaikan masalah tersebut ke komisi terkait untuk digelar rapat dengar pendapat (RDP). Aspirasi tersebut juga akan diteruskan ke DPR RI dan Presiden Prabowo.
“Kami akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan,” kata Ihwan.SF
















