Diduga Beri Keterangan Palsu Kepada Media, Anak Pelaku Dugaan Pencabulan Berencana Laporkan AT ke APH

Foto : Ilustrasi /net

LANGKAT (Portibi DNP) : N, salah seorang anak dari terduga pelaku pencabulan berencana akan melaporkan AT ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Pasalnya, AT diduga memberikan keterangan palsu kepada media. Menurut N, AT di beberapa media menyatakan bahwa, anak terduga pelaku pencabulan melihat ayahnya yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak AT berinisial MZ.

“Kami sekeluarga tidak ada memberikan pernyataan kepada AT, bahwa ada salah satu keluarga yang melihat ayah kami melakukan perbuatan dugaan pencabulan terhadap anak AT bernisial MZ,” katanya, kepada wartawan, sambari meneteskan air mata, Rabu (24/07/2024).

Ia berharap, dengan adanya laporan ini nanti, bisa membuka tabir mengenai dugaan pencabulan yang dilakukan oleh ayahnya.

“Ayah kami tidak bersalah, mengapa ayah kami ditahan. Apa bukti kalau ayah kami diduga melakukan pencabulan,” ungkapnya..

Ia juga berharap, agar Kapolda Sumut turun tangan untuk melakukan penyelidikan atas kasus yang dialami ayahnya.

“Ayah kami tidak bersalah, kami mohon pak Kapolda turun tangan untuk melakukan penyelidikan atas kasus yang dialami ayah saya,” ujarnya.

Dikutip dari salah satu media online diketahui bahwa, AT dibeberapa media online menyatakan bahwa, anak pelaku pencabulan ada menceritakan kepadanya, bahwa ayahnya diduga melakukan pencabulan.

berikut isi pemberitaan tersebut. Seorang anak yang masih duduk di Kelas lll bangku Sekolah Dasar, diduga telah dicabuli oleh tetangganya sendiri di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.

Adapun korban diketahui berinisial MZ (9). Sedangkan terduga pelaku seorang pria berinisial S (50).

Namun, bukannya malah menyayangi korban bagaikan seorang cucu, pelaku malah diduga tega mencabulinya.

Kejadian tersebut bermula saat salah seorang anak terduga pelaku sempat menceritakan perbuatan ayahnya ke ibu korban berinisial AT (28).

“Anak pelaku yang mulanya memberitahu saya kejadian ini pada malam tahun baru 2024 lalu. Katanya, kalau kakak tau kelakuan ayahku, pasti kakak jijik kali sama ayahku. Lalu saya tanya lagi, kenapa rupanya?! Terus dijawabnya kalau anaknya itu pernah nampak tangan ayahnya masuk ke dalam celana anak saya,” ujar AT, Jumat (28/6).

Tidak hanya itu, Ibu korban juga mengakui jika anaknya sekarang ini memang kerap kerumah pelaku untuk menjemput adiknya yang sering diasuh oleh keluarga pelaku.

“Waktu itu saya baru siap lahiran anak ketiga,” ujar AT.

Parahnya, pelaku diduga menjalankan aksi bejatnya di sofa yang berada di dalam rumah. Bahkan pada saat istri dan anaknya pun sedang berada dirumah.

Tidak hanya dirumahnya, AT juga mengatakan jika anaknya pernah juga dibawa ke ladang pelaku. Menurut pengakuan MZ, pelaku juga diduga pernah mencabulinya di ladang.

“Tapi tidak ada yang pernah nampak, cuma kalau melihat anak saya ini dibonceng pelaku memang ada yang sering lihat,” terang AT.

“Kami awalnya tidak ada pikiran yang macam-macam saat pelaku dan anak kami sering dibawa atau diboncengnya naik sepeda motor,” sambungnya.

Bahkan AT juga mengatakan jika anaknya sempat diancam oleh pelaku agar perbuatannya jangan sampai diketahui oleh orang lain.

“Pelaku ini tetangga kami. Kejadiannya pada Desember 2023 lalu,” tutur AT dengan nada sedih, seraya mengatakan jika suaminya sempat emosi dan marah besar atas kejadian yang menimpa putrinya namun berhasil diredamnya.

Atas kejadian tersebut, kini terduga pelaku sudah dilaporkan orangtua korban ke Polres Langkat, dengan bukti laporan Nomor : STPL/B/05/I/2024/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, pada tanggal 5 Januari 2024.(BP)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar