Foto: Kantor Dinas Pendidikan Langkat/Int
MEDAN (Portibi DNP) : Pada tanggal 28 Desember 2023, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Atas Pengadaan Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2023, pada Pemerintah Kabupaten Langkat.
LHP tersebut bernomor : 91/LHP/XVIII.MDN/12/2023. Dikutip dari LHP tersebut, diketahui bahwa pertanggungjawaban belanja dana Bantuan Operasional Sekolah di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat diduga tidak sesuai dengan ketentuan.
Totalnya pun tidak main-main. BPK menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp1.286.946.932.
pada LHP tersebut dijelaskan bahwa, Pemkab Langkat TA 2023 menyajikan anggaran Dana BOS pada Dinas
Pendidikan sebesar Rp106.995.857.616,00 dengan realisasi sampai dengan 30 November 2023 sebesar Rp38.460.434.548,00 atau 47,90 persen dari anggaran, dengan rincian sebagai berikut.
Rincian Anggaran dan Realisasi Dana BOS :
1. Akun : Belanja Barang dan Jasa BOS
Anggaran : Rp80.291.417.616,00
Realisasi : Rp38.460.434.548,00
Persan : 47,90
2. Akun : Belanja Hibah Dana BOS
Anggaran : Rp26.704.440.000,00
Realisasi : 0
Persen : 0
Jumlah
Anggaran : Rp106.995.857.616,00
Realisasi : Rp38.460.434.548,00
persen : 35,95
Menurut BPK, dana BOS disalurkan langsung ke rekening sekolah dengan cara transfer dari rekening Bendahara Umum Negera (BUN) ke rekening Dana BOS milik 656 sekolah dasar (SD), 180 sekolah menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Langkat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik pada 26 SD dan tujuh SMP yang menerima dana BOS pada tujuh dari 32 kecamatan, diketahui terdapat realisasi
dana BOS yang pertanggungjawabannya diduga tidak sesuai dengan ketentuan sebesar Rp388.422.742,00, dengan uraian sebagai berikut.
1. Pembayaran Biaya Transpor Diduga Melebihi Standar Harga dan Tidak Dilengkapi SPJ Sebesar Rp43.050.000,00.
2. Pertanggungjawaban Belanja BOS Diduga Melebihi Belanja Senyatanya Sebesar Rp60.695.282,00.
3.Barang dari Belanja Dana BOS Tidak Ditemukan Keberadaannya sebesar Rp203.043.560,00.
4. Belanja Dana BOS Sebesar Rp19.105.000,00 Diduga Tidak Sesuai dengan Juknis Pengelolaan Dana BOS
5. Belanja Dana BOS Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan Sebesar
Rp60.360.200,00.
Selain itu, BPK juga menemukan adanya dugaan Aplikasi Langkat Belajar pada 41 SDN Sebesar Rp205.000.000,00 Tidak
Siap Digunakan.
Lalu, Kekurangan Volume atas Penggandaan Naskah PTS dan PAS pada 609 SD sebesar Rp558.055.350,00 serta Melebihi Standar Satuan Harga sebesar
Rp137.637.540,00.
Dan, Pajak dari Belanja Dana BOS Belum Disetorkan ke Kas Negara sebesar
Rp2.168.700,00.
Masih menurut BPK, permasalahan di atas mengakibatkan :
a. Kelebihan pembayaran atas realisasi belanja dana BOS sebesar Rp1.286.946.932,00 dengan rincian sebagai berikut.
1) Biaya transpor sebesar Rp43.050.000,00, dengan rincian :
a) SD Negeri 050643 Bahorok sebesar Rp1.500.000,00.
b) SD Negeri 050647 Timbang Lawan sebesar Rp1.400.000,00.
c) SD Negeri 050649 Sp.P Rambung sebesar Rp200.000,00.
d) SMP Negeri 2 Binjai sebesar Rp5.550.000,00.
e) SD Negeri 050664 Lubuk Dalam sebesar Rp550.000,00.
f) SD Negeri 054904 Lorong Bambuan sebesar Rp200.000,00.
g) SMP Negeri 2 Secanggang sebesar Rp200.000,00.
h) SD Negeri 054875 Sei Limbat sebesar Rp26.200.000,00.
i) SD Negeri 050592 Padang Brahrang sebesar Rp1.000.000,00.
j) SMP Negeri 2 Stabat sebesar Rp50.000,00.
k) SD Negeri 050696 Namu Unggas sebesar Rp50.000,00.
l) SMP Negeri 1 Bahorok sebesar Rp4.500.000,00.
m) SD Negeri 054895 Batu Jong-Jong sebesar Rp1.650.000,00.
2) Pertanggungjawaban belanja dana BOS yang melebihi belanja senyatanya
sebesar Rp60.695.282,00 dengan rincian sebagai berikut :
a) SD Negeri 050643 Bahorok sebesar Rp401.970,00.
b) SD Negeri 050647 Timbang Lawan sebesar Rp300.000,00.
c) SD Negeri 050649 Sp.P Rambung sebesar Rp450.000,00.
d) SMP Negeri 1 Binjai sebesar Rp1.235.540,00.
e) SMP Negeri 2 Binjai sebesar Rp2.400.000,00.
f) SD Negeri 050662 Perdamaian sebesar Rp300.000,00.
g) SD Negeri 050664 Lubuk Dalam sebesar Rp2.748.700,00.
h) SD Negeri 050666 Lubuk Dalam sebesar Rp300.000,00.
i) SD Negeri 054904 Lorong Bambuan sebesar Rp522.308,00.
j) SMP Negeri 1 Secanggang sebesar Rp1.354.464,00.
k) SMP Negeri 2 Secanggang sebesar Rp125.000,00.
l) SD Negeri 050656 Stabat sebesar Rp2.679.000,00.
m) SD Negeri 056002 Lorong Ibadah sebesar Rp375.000,00.
n) SD Negeri 056001 Karang Rejo sebesar Rp450.000,00.
o) SD Negeri 054875 Sei Limbat sebesar Rp5.478.740,00.
p) SD Negeri 050592 Padang Brahrang sebesar Rp375.000,00.
q) SD Negeri 050590 Pd. Cermin sebesar Rp375.000,00.
r) SMP Negeri 3 Stabat sebesar Rp21.772.000,00.
s) SMP Negeri 2 Stabat sebesar Rp7.352.800,00.
t) SD Negeri 050696 Namu Unggas sebesar Rp440.000,00.
u) SD Negeri 056626 Kwala Kerapoh sebesar Rp5.419.760,00.
v) SD Negeri 050601 Kuala sebesar Rp300.000,00.
w) SD Negeri 054879 Besadi sebesar Rp525.000,00.
x) SD Negeri 055981 Beruam sebesar Rp225.000,00.
y) SD Negeri 050600 Kuala sebesar Rp375.000,00.
z) SD Negeri 057192 Blankahan sebesar Rp1.410.000,00.
aa) SD Negeri 056594 Menjahong sebesar Rp600.000,00.
bb) SMP Negeri 1 Bahorok sebesar Rp75.000,00.
cc) SD Negeri 055969 Gotong Royong sebesar Rp300.000,00.
dd) SD Negeri 054895 Batu Jong-Jong sebesar Rp300.000,00
ee) SD Negeri 050645 Turangie sebesar Rp1.730.000,00.
3) Barang yang tidak ditemukan keberadaannya sebesar Rp203.043.560,00 dengan rincian sebagai berikut :
a) SD Negeri 050647 Timbang Lawan sebesar Rp3.627.000,00.
b) SD Negeri 050649 Sp.P Rambung sebesar Rp2.250.000,00.
c) SMP Negeri 1 Binjai sebesar Rp95.000,00.
d) SD Negeri 050662 Perdamaian sebesar Rp708.000,00.
e) SD Negeri 050664 Lubuk Dalam sebesar Rp4.485.700,00.
f) SD Negeri 050666 Lubuk Dalam sebesar Rp27.660.000,00.
g) SD Negeri 054904 Lorong Bambuan sebesar Rp1.250.000,00.
h) SMP Negeri 1 Secanggang sebesar Rp5.200.000,00.
i) SD Negeri 050656 Stabat sebesar Rp6.596.000,00.
j) SD Negeri 056002 Lorong Ibadah sebesar Rp6.376.000,00.
k) SD Negeri 054875 Sei Limbat sebesar Rp14.570.000,00.
l) SD Negeri 050592 Padang Brahrang sebesar Rp37.062.000,00.
m) SMP Negeri 3 Stabat sebesar Rp4.422.000,00.
n) SMP Negeri 2 Stabat sebesar Rp2.920.000,00.
o) SD Negeri 050696 Namu Unggas sebesar Rp2.886.000,00.
p) SD Negeri 056626 Kwala Kerapoh sebesar Rp23.076.000,00.
q) SD Negeri 053963 Raja Tengah sebesar Rp33.216.360,00.
r) SD Negeri 055981 Beruam sebesar Rp6.671.500,00.
s) SD Negeri 050600 Kuala sebesar Rp1.368.000,00.
t) SD Negeri 057192 Blankahan sebesar Rp3.745.000,00.
u) SD Negeri 050606 Parit Bindu sebesar Rp1.647.000,00.
v) SMP Negeri 1 Bahorok sebesar Rp12.440.000,00.
w) SD Negeri 055969 Gotong Royong sebesar Rp772.000,00.
4) Tidak sesuai dengan juknis BOS sebesar Rp19.105.000,00 dengan rincian
sebagai berikut :
a) SD Negeri 050656 Stabat sebesar Rp1.005.000,00.
b) SD Negeri 050592 Padang Brahrang sebesar Rp9.100.000,00.
c) SD Negeri 050590 Pd. Cermin sebesar Rp7.800.000,00.
d) SMP Negeri 1 Bahorok sebesar Rp1.200.000,00.
5) Realisasi Belanja dana BOS tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar
Rp60.360.200,00 dengan rincian sebagai berikut :
a) SMP Negeri 2 Binjai sebesar Rp3.173.000,00.
b) SD Negeri 054875 Sei Limbat sebesar Rp3.080.000,00.
c) SD Negeri 056626 Kwala Kerapoh sebesar Rp26.650.000,00.
d) SMP Negeri 1 Bahorok sebesar Rp27.457.200,00.
6) Belanja aplikasi Langkat Belajar yang tidak senyatanya kepada PT. CTT
sebesar Rp205.000.000,00.
7) Penggandaan naskah PTS dan PAS pada 609 SD sebesar Rp695.692.890,00.
b. Kekurangan penerimaan negara atas pajak yang belum disetorkan sebesar
Rp2.168.700,00 dengan rincian sebagai berikut :
1) SD Negeri 054875 Sei Limbat sebesar Rp491.400,00.
2) SMP Negeri 2 Stabat sebesar Rp633.300,00.
3) SMP Negeri 1 Bahorok sebesar Rp1.044.000,00.
Masih menurut BPK, Hal tersebut disebabkan oleh :
a. Kepala Dinas Pendidikan tidak optimal dalam mengawasi proses pertanggungjawaban dana BOS sekolah.
b. Sekretaris Dinas Pendidikan selaku Ketua Tim Pelaksana Manajemen tidak
optimal memonitoring dan mengevaluasi pertanggungjawaban pelaksanaan dana
BOS sesuai ketentuan.
c. Kepala sekolah terkait tidak mematuhi ketentuan pengelolaan keuangan
daerah/negara dan pedoman pengelolaan dana BOS.
d. Bendahara sekolah terkait tidak cermat menatausahakan, membayarkan, dan
mempertanggungjawabkan belanja dana BOS.
Lebih lanjut pihak BPK menjelaskan bahwa, atas permasalahan tersebut, Dinas Pendidikan menyatakan setuju dan bersedia melakukan pengembalian ke kas daerah sesuai rekomendasi BPK.
Atas kelebihan pembayaran telah disetorkan ke kas daerah sebesar Rp354.323.602,00 pada rentang tanggal 15 sampai dengan. 27 Desember 2023.
BPK merekomendasikan kepada Bupati Langkat agar memerintahkan Kepala
Dinas Pendidikan :
Lebih optimal dalam mengawasi proses pertanggungjawaban dana BOS sekolah.
b. Menginstruksikan:
1) Sekretaris Dinas Pendidikan selaku Ketua Tim Pelaksana Manajemen untuk
lebih optimal memonitoring dan mengevaluasi pertanggungjawaban
pelaksanaan dana BOS sesuai ketentuan.
2) Kepala sekolah terkait untuk mematuhi ketentuan pengelolaan keuangan daerah/negara dan pedoman pengelolaan dana BOS.
3) Bendahara sekolah terkait untuk lebih cermat menatausahakan, membayarkan, dan mempertanggungjawabkan belanja dana BOS.
c. Memproses kelebihan pembayaran dengan menyetorkan ke kas daerah sebesar Rp934.792.030,00. (tim)
























