Limbah PT. MSJ Pulo Dogom, dari Pipa Siluman Hingga Diduga Telan Nyawa Manusia

LABURA (Portibi DNP): Pernah menjadi sasaran kegeraman masyarakat dengan aksi demonstrasi berjilid-jilid karena melakukan pencemaran lingkungan, ternyata tak membuat manajemen PT. Multiagro Sumatera Jaya (MSJ) membenahi sistem operasionalnya.

Kali ini, warga kembali mengeluhkan perilaku buruk manajemen perusahaan pengolahan kelapa sawit itu yang membuang limbahnya dengan sembarangan.

Portibi DNP menerima kiriman sejumlah video yang memperlihatkan bagaimana perusahaan itu melakukan pembuangan limbah dari kolam penampungannya menggunakan sebuah pipa yang sengaja ditanam dan diarahkan ke areal perkebunan kelapa sawit milik PT. MP. Leidong West Kanopan Ulu.

“Inilah pipa pembuangan limbah pabrik PT. MSJ Huta Godang Pulo Dogom yang dibuang ke areal perkebunan Kanopan Ulu. Inilah pipanya, “ ujar perekam video yang menarasikan visual dalam video yang diterima Portibi DNP pada Rabu 19 Mei 2024 itu.

Di video lain yang menampilkan visual hamparan kolam penampungan limbah milik PT. MSJ, perekam video ini berupaya menjelaskan bahwa kolam penampungan limbah itu sudah banyak memakai korban. Tidak hanya ternak warga, bahkan perekam video ini juga menyebutkan kolam ini sudah pernah memakan korban manusia. Korban ini berjatuhan karena kolam penampungan limbah itu tidak dipagar oleh perusahaan.

Tak hanya itu, dalam video berikutnya, tampak visual perekam video ini sedang berbicara dengan seseorang yang diyakini merupakan karyawan perusahaan. Perekam menyebut sudah banyak korban ternak warga yang jadi korban di kolam limbah itu. Bahkan kolam itu sudah memakan korban nyawa manusia.

“Sudah banyak korban yang masuk sini. Ini lembu. Beberapa tahun lalu manusia, mati di limbah kamu ini. Sampai di mana pertanggungjawaban kamu, “ kata si perekam mencecar sang karyawan yang tampak hanya diam membisu.

Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, manajemen PT. MSJ belum memberikan keterangan terkait hal ini. Sang Manager, Hisyam Siregar belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangannya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Utara, Chandra Barata Tarigan menyebut akan segera melakukan pengecekan.

“Segera kita cek, “ tulis Tarigan, Sabtu 1 Juni 2024. (renz).

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar