Mandailing Natal(Portibi DNP): Sekretaris DPD SATMA-AMPI Mandailing Natal, Mulya Harisandi, secara resmi menyampaikan pengaduan masyarakat (Dumas) kepada DPD Partai Gerindra Sumatera Utara terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen Pendamping Desa di Kabupaten Mandailing Natal.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap integritas proses rekrutmen dan menjaga marwah Partai Gerindra dari dugaan tindakan oknum yang dinilai dapat merusak kepercayaan masyarakat.
Mulya Harisandi mengatakan, pihaknya menerima sejumlah laporan dan pengaduan dari masyarakat yang mengaku dimintai sejumlah uang dengan iming-iming kelulusan maupun penempatan sebagai Pendamping Desa.
“Berdasarkan informasi dan pengaduan yang kami terima dari masyarakat, terdapat dugaan praktik pungutan liar yang melibatkan oknum tertentu dalam proses rekrutmen Pendamping Desa. Oleh karena itu, kami menyampaikan Dumas ini kepada DPD Partai Gerindra Sumatera Utara agar dilakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan,” ujar Mulya Harisandi.
Dalam pengaduan tersebut, SATMA-AMPI Madina turut meminta klarifikasi terhadap kader Partai Gerindra yang berinisial AN dan ZN, yang disebut dalam berbagai laporan masyarakat terkait dugaan praktik tersebut.
Menurut Mulya, apabila dugaan tersebut terbukti, maka tindakan tersebut bertentangan dengan komitmen Partai Gerindra yang selama ini dikenal mengusung semangat anti-korupsi, anti-pungli, dan politik yang bersih.
“Kami berharap DPD Gerindra Sumatera Utara dapat menindaklanjuti laporan ini sesuai mekanisme organisasi dan kode etik partai. Tujuannya bukan untuk menghakimi siapa pun, melainkan mencari kebenaran serta menjaga nama baik partai di tengah masyarakat,” tegasnya.
SATMA-AMPI Madina juga menegaskan bahwa seluruh pihak yang disebut dalam laporan tetap harus mendapatkan hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan diri sesuai prinsip praduga tak bersalah.
“Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Namun laporan masyarakat yang masuk tidak boleh diabaikan. Karena itu kami meminta adanya pemeriksaan dan klarifikasi agar persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik,” lanjut Mulya.
Melalui Dumas yang disampaikan tersebut, SATMA-AMPI Madina berharap DPD Gerindra Sumatera Utara dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang berkembang di Mandailing Natal, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap partai dan proses rekrutmen Pendamping Desa tetap terjaga.
SATMA-AMPI Madina menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga terdapat kejelasan dan tindak lanjut resmi dari pihak yang berwenang, demi menjaga integritas, transparansi, dan keadilan bagi seluruh masyarakat.MH
















