MADINA(Portibi DNP): Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa pihaknya sangat kecewa terhadap sikap Ketua DPRD Madina dan Ketua Kehormatan DPRD Madina yang hingga saat ini memilih bungkam atas dugaan pungli pendamping desa yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Madina berinisial “AN” dari Fraksi Partai Gerindra.
Muhammad Saleh menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan konfirmasi secara langsung untuk meminta penjelasan dan klarifikasi, namun tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Sikap diam tersebut dinilai semakin menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.
“Kenapa sampai hari ini tidak ada jawaban? Ada apa sebenarnya? Jangan sampai publik menilai DPRD Madina sengaja melindungi oknum yang diduga terlibat pungli terhadap pendamping desa,” tegas Muhammad Saleh.
SATMA AMPI Madina menilai dugaan pungli ini bukan persoalan kecil, karena informasi yang beredar telah mencoreng nama lembaga DPRD serta partai politik yang menaungi oknum tersebut.
Dalam waktu dekat, SATMA AMPI Madina memastikan akan membuat laporan resmi ke lembaga terkait agar dugaan praktik pungli ini diusut secara terbuka dan transparan.
“Kami tidak akan diam. Jika tidak ada klarifikasi dan tindakan tegas, maka kami akan membawa persoalan ini ke lembaga terkait agar dugaan pungli ini diperiksa secara hukum. Jangan sampai jabatan dipakai untuk menekan dan membebani pendamping desa,” lanjutnya.
SATMA AMPI Madina juga meminta Partai Gerindra agar tidak tutup mata dan segera mengambil sikap tegas terhadap kader yang namanya disebut dalam dugaan tersebut demi menjaga marwah partai dan kepercayaan masyarakat.MH
















