Ket Fhoto: foto bersama Direktur Polbangtan Medan dan TIM dengan Pimpinan Pesantren Darul Mursyid
TAPSEL (Portibi DNP): Pesantren Darul Mursyid yang berlokasi di Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan berbasis karakter dan keterampilan.
Hal ini terlihat dari kunjungan tim dosen dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dalam kegiatan penelitian yang dilaksanakan di lingkungan pesantren.
Kegiatan yang berlangsung di aula pesantren tersebut mengangkat tema pengembangan sistem pendidikan pertanian terpadu sebagai upaya membangun karakter agrobisnis dan kewirausahaan santri.
Kepala Divisi Humas dan Pemberdayaan Umat Pesantren Darul Mursyid, Asep Safaat Siregar, Jum’at 15/05/2026 mengungkapkan bahwa dalam acara tersebut hadir Direktur Utama Polbangtan Medan DR Nurliana Harahap, S.P., M.Si serta para dosen peneliti, pimpinan pesantren, guru, serta perwakilan santri.
Pihak pesantren menyambut baik kegiatan penelitian ini karena dinilai mampu memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pendidikan di Pesantren Darul Mursyid, khususnya dalam memadukan pendidikan agama dengan keterampilan pertanian modern.
DR Nurliana Harahap menyampaikan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi muda yang mandiri dan produktif. Melalui pendidikan pertanian terpadu, santri diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha dan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami melihat Pesantren Darul Mursyid memiliki lingkungan yang sangat mendukung untuk pengembangan pendidikan berbasis pertanian dan karakter. Ini menjadi model yang baik untuk pengembangan pesantren di masa depan,” ujar salah seorang dosen peneliti dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Direktur Pesantren Darul Mursyid, Drs. Yusri Lubis, menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan terus diperluas dan diperkuat.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, membuka wawasan santri, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mendorong pengembangan akademik, keterampilan, dan karakter santri melalui kolaborasi yang produktif dengan dunia pendidikan tinggi.
” Berbagai program seperti pembinaan akademik, seminar pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan menuju perguruan tinggi favorit diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan,” ungkapnya
Terpisah, Ja’far Syahbudin Ritonga sebagai Ketua Pembina Pesantren Darul Mursyid, ia juga sekaligus sebagai Wakil Bupati Tapanuli Selatan mengungkapkan, selain unggul dalam bidang pendidikan dan pembinaan karakter santri, Pesantren Darul Mursyid kini juga berkembang menjadi kawasan edufarm yang memadukan pendidikan dengan pengelolaan lingkungan dan pertanian produktif.
” Lingkungan pesantren yang asri serta perkebunan kopi yang tertata dengan baik menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Melalui konsep edufarm ini, para santri tidak hanya belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga dibekali keterampilan kewirausahaan, pertanian, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujar alumni S3 USM Malaysia itu.ril




















