Waketum DPN LPK Minta APH Periksa Dirut PDAM Tirta Wampu, Kalau Tidak Ada Untung, Lebih Baik Ditutup Saja

Foto: PDAM Tirta Wampu Langkat/Int

LANGKAT (Portibi DNP) : Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemberantasan Korupsi (DPN LPK) Norman Ginting SE, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Permintaan ini diungkapkannya kepada wartawan, ketika diminta komentar mengenai adanya kerugian di PDAM Tirta Wampu sebesar Rp51.837.069.906, Sabtu (21//2024).

Apalagi, hingga saat ini Direktur PDAM Tirta Wampu, Herman Sukendar Harahap, belum mau memberikan keterangan kepada media, terkait apa penyebab PDAM Tirta Wampu mengalami kerugian.

“Maka dari itu, perlu dilakukan penyelidikan,” katanya. Menurutnya, laporan keuangan atas kerugian yang dialami oleh PDAM Tirta Wampu terasa aneh.

Sebab, masyarakat selalu membayar tiap bulan tagihan airnya. Jika tidak membayar, maka penyaluran air ke rumah masyarakat tersebut akan diputus.

“Kalau memang tidak ada untung, lebih baik di tutup saja itu kantor PDAM Tirta Wampu. Baiknya, modal yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat, diberikan kepada anak yatim piatu,” ujarnya.

Sekadar latar, berdasarkan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat tahun 2023, PDAM Tirta Wampu diketahui mengalami kerugian sebesar Rp51.837.069.906.

Sayangnya, dalam laporan keuangan tersebut tidak dijelaskan secara rinci mengenai apa penyebab PDAM Tirta Wampu mengalami kerugian hingga Rp51.837.069.906.

Guna mengetahui apa penyebab PDAM Tirta Wampu merugi hingga Rp51.837.069.906, wartawan mencoba melakukan konfirmasi kepada Direktur PDAM Tirta Wampu, Herman Sukendar Harahap, lewat pesan WhatsApp, kemarin.

Sayangnya, hingga berita ini dimuat, Herman, belum juga membalas. Padahal, pesan WhatsApp sudah berceklist dua. (BP)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar