Universitas Royal Dorong Pertanian Modern Kebun Buah Naga di Simalungun dengan Terapkan Teknologi IoT

 

Asahan (Portibi DNP): Tahun ini salah satu Tim Dosen Universitas Royal melakukan pengabdian kepada masyarakat di Simalungun pada Tanggal 20 Januari 2025.

Adapun Tim yang melaksanakan pengabdian yaitu Herman Saputra, M.Kom (Dosen), Elly Rahayu, MM (Dosen), Nuriadi Manurung, M.kom (Dosen), dan Yogi Abimanyu Permana (Mahasiswa).

Universitas Royal menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung transformasi pertanian di pedesaan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Digitalisasi Manajemen Kebun Buah Naga: Penerapan Sistem Pemantauan dan Pengelolaan Berbasis IoT.”

Program yang dilaksanakan di Dusun Huta 1 Rapuan Ilir, Desa Tanjung Rapuan, Kabupaten Simalungun ini melibatkan para dosen, mahasiswa, dan petani lokal dalam penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengelola kebun buah naga secara real-time.

Baca juga: Bantu Perekonomian Nelayan Silo Baru, Wakil Bupati Asahan Tabur Benih Kerang Dara

Melalui instalasi sensor kelembapan tanah, suhu udara, dan pH tanah, serta pengembangan sistem penyiraman otomatis berbasis aplikasi, petani kini dapat melakukan pemantauan kebun secara digital dari perangkat seluler. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi penggunaan air dan peningkatan hasil panen.

“Program ini bukan hanya instalasi teknologi, tetapi juga bentuk pemberdayaan petani melalui pelatihan, pendampingan, dan transformasi digital dalam praktik pertanian,” ujar Herman Saputra selaku Ketua Tim pengabdian kepada masyarakat dosen Universitas Royal.

Selain implementasi teknologi, Universitas Royal juga menyediakan pelatihan penggunaan aplikasi, workshop pengelolaan pertanian berbasis data, serta publikasi hasil program ke jurnal ilmiah dan media sosial sebagai bentuk diseminasi dan replikasi di daerah lain.

Melalui inisiatif ini, Universitas Royal berupaya memperluas pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pertanian, mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sukses digitalisasi sektor pertanian di wilayah lain di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut atau kerja sama serupa, silakan hubungi Humas Universitas Royal. AR

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar