BINJAI (Portibi DNP) : Sekretaris Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PC HIMMAH) Kota Binjai, Adinda Syahputra atau yang akrab disapa Wanda, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polres Binjai dalam upaya memberantas peredaran narkotika di Binjai.
Menurutnya, keterlibatan pemuda dan pelajar dalam program pencegahan narkoba merupakan langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika yang semakin meresahkan.
Wanda menilai program pelibatan pemuda dan pelajar yang digagas Polres Binjai dapat menjadi pendekatan efektif untuk membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba. Generasi muda, kata dia, memiliki pengaruh besar di lingkungan sebayanya sehingga berpotensi menjadi agen perubahan dalam menyuarakan gerakan anti-narkoba.
“Melibatkan pemuda dan pelajar adalah langkah yang tepat. Mereka bukan hanya sasaran penyelamatan, tetapi juga bisa menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kesadaran tentang bahaya narkotika di lingkungan mereka,” kata wanda kepada wartawan, Minggu (15/03/2026).
Ia juga mendorong agar kreativitas pemuda diarahkan pada kampanye positif, mulai dari karya seni, puisi, hingga berbagai gerakan kreatif yang mampu menarik perhatian generasi muda untuk menjauhi narkoba.
Namun demikian, dukungan tersebut juga disertai kritik tajam terhadap penanganan peredaran narkotika di Kota Binjai.
Wanda menegaskan bahwa, aparat penegak hukum tidak boleh hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapisan bawah.
Wanda mengapresiasi Prestasi Polres Binjai yang baru-baru ini berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di bulan Ramadhan dengan menetapkan sembilan tersangka yang diduga sebagai bandar.
Meski demikian, Wanda menilai pengungkapan tersebut tidak boleh berhenti pada level “bandar kecil”.
“Penangkapan ini tentu patut diapresiasi. Tapi jangan sampai pemberantasan narkoba hanya berakhir pada pemain lapangan. Jika yang ditangkap hanya bandar kecil, sementara pengendali jaringan tetap bebas, maka yang terjadi hanyalah pergantian pemain, bukan penghentian peredaran,” tegasnya.
Ia mendesak Kapolres Binjai untuk menjadikan kasus tersebut sebagai pintu masuk membongkar jaringan yang lebih besar.
“Polres Binjai harus berani menelusuri sampai ke bandar besar yang menjadi aktor utama di balik peredaran narkotika. Jangan sampai yang tertangkap hanya rantingnya, sementara akarnya tetap berdiri kokoh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wanda mengingatkan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai pada akhir 2025 telah memetakan sejumlah wilayah yang diduga menjadi titik rawan peredaran narkotika. Menurutnya, pemetaan tersebut seharusnya menjadi pijakan kuat bagi aparat penegak hukum untuk bertindak lebih cepat dan terarah.
“Jika peta wilayah rawan narkotika dari BNNK Binjai sudah tersedia, maka seharusnya tidak ada lagi alasan bagi aparat untuk lambat bergerak. Data sudah ada, tinggal kemauan dan keberanian untuk membongkar jaringan yang lebih besar,” beber Wanda.
Menurutnya, Sekretaris PC HIMMAH Kota Binjai juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan kepolisian, BNN, serta berbagai elemen masyarakat dalam membangun gerakan kolektif melawan narkoba. Menurut Wanda, pemberantasan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Perang melawan narkoba harus menjadi gerakan bersama. Jika aparat serius dan masyarakat bergerak, bukan tidak mungkin Kota Binjai benar-benar bersih dari peredaran narkotika,” cetusnya.
Ia juga meminta, dalam hal ini jangan sampai Polres Binjai kembali “kecolongan”.
Pengungkapan bandar besar narkotika di Kota Binjai justru dilakukan oleh Polresta Deli Serdang sebuah ironi yang menampar wajah penegakan hukum di wilayah sendiri.
Jika aparat dari luar daerah mampu membongkar jaringan besar, lalu di mana ketajaman dan keseriusan Polres Binjai selama ini? Publik berhak mempertanyakan: apakah pemetaan wilayah rawan hanya menjadi arsip, sementara peredaran narkotika terus tumbuh tanpa sentuhan penindakan yang berarti.
“Kami menegaskan, jangan sampai Polres Binjai terus ‘kecolongan’ dalam mengungkap bandar besar narkotika di wilayahnya sendiri. Fakta bahwa pengungkapan justru dilakukan oleh Polresta Deli Serdang menjadi alarm keras sekaligus tamparan bagi kinerja penegakan hukum di Kota Binjai. Ini bukan sekadar soal prestise antar institusi, tetapi menyangkut keseriusan melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. Jika aparat luar daerah bisa menembus jaringan, maka tidak ada alasan bagi Polres Binjai untuk tertinggal,” ujarnya. (red/tim)

























