RSUD Aek Kanopan “Peluk Erat” Warga Labura

 

LABURA(Portibi DNP): Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan membuat sebuah terobosan dengan meluncurkan program inovasi yang diberi nama PELUK ERAT.

Kegiatan yang sudah berjalan hampir 1 (satu) tahun ini merupakan singkatan dari Penyuluhan dan Edukasi Meningkatkan Derajat Kesehatan.

Terpantau di akun media sosial facebook milik RSUD Aek Kanopan, PELUK ERAT ini dilakukan secara teratur oleh para dokter spesialis yang sedang bertugas di ruang tunggu masing-masing poli RSUD.

Di sana, sembari antri, pasien diedukasi tentang berbagai jenis penyakit, mulai dari gejala, upaya pencegahan, hingga pentingnya melakukan upaya pengobatan secara tuntas.

Baca juga: RBS jadi Ketua DPRD Labura, Abang Kandung Unggah Story Mengharukan

Dari sejumlah unggahan di akun facebook RSUD Aek Kanopan, terlihat sejumlah dokter mengedukasi para pasien.

Teranyar adalah dr. Dewi Indriani, M. Ked (ORL-HNS), Sp. THT-BKL, yang memberikan penjelasan berkaitan dengan penyakit tinitus atau dengung di telinga.

Lalu ada dr. Sugiarso, Sp. B, yang memaparkan tentang hidrokel, sebuah kondisi kesehatan tentang terjadinya penumpukan cairan di testis yang sering terjadi pada anak-anak, tapi kerap diabaikan.

Kata Sugiarso, orangtua seringkali mengabaikannya dengan menyebut kondisi itu sebagai penyakit usus turun, padahal pengobatannya harus dilakukan dengan cara operasi.

Kemudian ada dr. Sugeng Hartono, M. Ked (Paru), Sp. P, menjelaskan tentang penyakit tuberkolosis paru atau lebih dikenal dengan istilah TBC.

Dokter ini memaparkan, pengobatan TBC ini sebenarnya memiliki standar yang sama di seluruh dunia. TBC berbeda dengan penyakit lain yang diyakini memiliki obat-obat dengan kualitas berbeda di tiap kota.

Pengobatan TBC memiliki standarisasi tersendiri. Berobat di Aek Kanopan, Medan, Jakarta, bahkan Singapura dan Amerika, pengobatan untuk TBC tetap sama. Selengkapnya terkait penanganan TBC, dr. Sugeng Hartono telah menuliskannya dalam sebuah buku yang dalam waktu dekat akan dicetak.

Selain ketiga dokter di atas, masih ada beberapa dokter spesialis lain yang aktif memberikan PELUK ERAT kepada para pasien yang berobat di RSUD Aek Kanopan.

Direktur RSUD Aek Kanopan, dr. Juri Freza, berbicara kepada Portibi DNP, minggu 25 Mei 2025, menyebutkan, kegiatan penyuluhan oleh dokter spesialis di ruang tunggu sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2022, namun belum terjadwal dan dikoordinasikan secara efektif.

Baru diresmikan sebagai inovasi PELUK ERAT sejak september 2024. Dijadwalkan setiap bulan pada hari tertentu di pelayanan poli RSUD dan dilakukan oleh dokter spesialis yang bertugas sesuai jadwal masing-masing.

“ Harapan dan tujuan kami dengan inovasi ini agar waktu tunggu pasien yang akan berobat dapat termanfaatkan sebagai sarana penyuluhan dan edukasi pasien. Tentu pasien dan keluarga pasien akan mendapatkan tambahan pengetahuan tentang kesehatan dan penyakit oleh dokter spesialis. Di mana pada akhirnya dapat membentuk perubahan perilaku hidup yang lebih sehat,“ terang dr. Juri Freza.renz

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar