MEDAN (Portibi DNP) : Puluhan warga Jalan Karantina yang didominasi emak-emak menggeruduk Kantor Camat Medan Timur, Jalan H.M.Said, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Senin (30/9/2024), mendesak agar pembangunan diduga jadi kompleks perumahan dihentikan.
Menurut warga pembangunan tersebut telah menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar karena sebagian rumah warga mengalami kerusakan.
“Atap seng rumah kami sudah bocor jadi kalau hujan banjir. Belum lagi dinding rumah retak ,” kata salah seorang warga dilokasi.
Menurut warga, persoalan tersebut telah diadukan kepada anggota Anggota Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Lailatul Badri.
“Kami sudah mengadukan kepada ibu Laila.Sudah diminta agar pengerjaan dihentikan, tapi pagi ini mereka tetap saja bekerja ,” ucap warga.
Dihalaman Kantor Camat tersebut warga berteriak meminta sikap tegas baik Kepling, Lurah dan Camat.
“Pak Camat segera ambil sikap.Jangan diam saja, rumah kami banjir belum lagi atap rumah rusak ,” teriak warga.
Jeli Pandiangan salah satu warga yang rumahnya terdampak harus melakukan perbaikan rumah yang rusak, tapi berimbas dirinya harus kehilangan pekerjaan.
” Hari ini saya dipecat karena saya sering minta izin untuk memperbaiki rumah.Karena kondisi hujan takut dengan rumah saya saat saya minta izin tidak masuk langsung dibilang berhenti saja kerja ,” katanya.
Lainya halnya dengan, Nurwita yang rumah mengalami kerusakan.” Atap seng rumah saya bocor sudah payah cari uang.Mereka asyik kerja saja ,” keluhnya.
Tak lama berselang aksi, anggota DPRD Kota Medan Lailatul Badri pun hadir.
Didalam pertemuan, Camat Medan Timur Noor Alfi Pane, mengatakan persoalan tersebut telah diketahui dan akan segera menyurati pihak pengembang.
” Saat ini yang kita ketahui untuk bangunan di Jalan Karantina itu belum ada proses pengerjaan bangunan, tapi hanya pengerjaan pagar. Dan saya sudah meminta pihak Trantib dan Lurah segera menghentikan aktifitas apa pun ,” kata Noor yang saa itu hadir Lurah Kelurahan Durian, Harun Siregar.
Anggota DPRD Medan Lailatul Badri menyatakan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan dengan dihadiri Kepala Lingkungan ( Kepling) yang menyampaikan akan ada pertemuan di Kecamatan.
“Jadi, Kepling menyampaikan pesan dari Lurah akan ada pertemuan hari ini. Atas dasar ini warga datang,” katanya.
Namun, Camat Medan Timur Noor Alfi Pane sendiri tidak mengetahui hal tersebut.
“Belum ada apa pun sampai kepada saya. Dan pembangunannya pun juga belum ada. Namun begitu kita akan surati pihak pengembang untuk dilakukan pertemuan mencari solusi atas permasalahan ini ,” katanya yang saat itu langsung menemui warga untuk mendengarkan keterangan apa yang dikeluhkan.
Setelah mendengarkan keterangan Camat akan memanggil pihak pengembangan, akhirnya warga meninggalkan kantor Camat.
Sementara itu Anggota DPRD Medan Lailatul Badri saat ditemui wartawan berharap agar pihak Kecamatan secepatnya mencari solusi atas persoalan ini.
Dari pantauan dilokasi kata
politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, belum ada pembangunan fisik. Tapi, masih sebatas pagar, namun berimbas kepada pemukiman warga.
“Karena ini Dapil saya, maka saya minta segala perizinin harus dilakukan pengecekan.Dan saya tegaskan agar pengerjaan pagar dihentikan karena telah berdampak kepada warga sekitar bangunan.Sampai ada solusi dari pihak pengembang kita minta segera hentikan proses pengerjaan apa pun,” tegas Lailatul Badri yang juga merasa kecewa dengan sikap Satpol PP Kota Medan.
Dimana, kata Laila pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk turun agar dapat menghentikan pengerjaan dilokasi.
“Faktanya satu pun personil Satpol PP tidak ada turun.Justru saat kita kordinasi dengan Kasatpol PP katanya akan menurunkan personilnya ternyata tidak ada ,” kata Laila.P06





















