Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara: Pembentukan Provinsi Tapanuli Tidak Mendesak dan Berisiko

 

 

Medan(Portibi DNP): Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara menyatakan sikap menolak rencana pembentukan Provinsi Tapanuli. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Seftian Eko Pranata, wakil ketua Pimwil Pemuda Muhammadiyah Sumut di Medan (19/04), dalam rangka menyikapi dinamika politik dan kebijakan yang berkembang di tengah masyarakat akan munculnya kembali wacana pembentukan Provinsi Tapanuli.

“Kami menilai pembentukan Provinsi Tapanuli belum memenuhi prasyarat objektif baik dari sisi administratif, teknis, maupun kapasitas fiskal. Justru jika dipaksakan, pemekaran ini dikhawatirkan hanya menambah beban negara dan membuka potensi konflik sosial,” ujar Seftian dalam pernyataannya.

Menurutnya, data dan evaluasi dari berbagai lembaga termasuk Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa sebagian besar daerah hasil pemekaran justru gagal mandiri secara ekonomi dan sangat bergantung pada dana transfer dari pusat. Hal tersebut berpotensi terjadi pula di wilayah Tapanuli, yang saat ini belum memiliki basis PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang kuat untuk menopang operasional provinsi baru.

Selain aspek ekonomi, Seftian juga menyoroti risiko fragmentasi sosial. “Kami khawatir pembentukan provinsi baru atas dasar identitas kultural atau etnisitas akan memperkuat politik identitas dan memperlemah integrasi sosial di Sumatera Utara yang selama ini hidup berdampingan secara damai,” tambahnya.

Seftian menegaskan bahwa perjuangan utama masyarakat seharusnya difokuskan pada pemerataan pembangunan, perbaikan infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan publik yang merata, bukan pada pembentukan birokrasi baru yang belum tentu efektif.

Baca juga: Bank BTN Gelar Akad Massal KPR Syariah, 2.300 Unit Rumah Siap Akad Kredit Hasil Kolaborasi BTN Syariah dan BP Tapera

“Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis dalam menyikapi isu pemekaran daerah. Mari kita dorong pemerintah provinsi dan pusat agar lebih adil dan merata dalam membangun wilayah Tapanuli, tanpa harus memisahkannya secara administratif,” tutup Seftian.SF

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar