Pamsimas TA 2021 Di Desa Rimo Kayu Diduga  Bermasalah

Karo(Portibi DNP) : Proyek Pamsimas TA 2021 Di Desa Rimo Kayu kecamatan Payung Kabupaten Karo tidak berfungsi sebagaimana mestinya, hal itu dikeluhkan sejumlah warga yang tidak mau disebutkan nama nya. Berdasarkan pantauan awak media Sabtu (29/01/23) di lokasi terlihat air memang tidak tersalur ke rumah-rumah penduduk Desa Rimo Kayu.

Menurut salah satu warga, sejak air yang seharusnya sudah mengalir ke rumah warga sejak selesainya proyek Pamsimas tersebut pada bulan September 2021, namun hingga berita ini terbit belum ada terlihat air akan mengalir ke rumah warga.

“Beginilah Pak situasinya, air belum juga mengalir ke rumah warga sebagaimana mestinya”, tutur salah seorang warga Rimo Kayu

Seperti dipapan Proyek Bangunan Pamsimas berupa Sumur Bor yang bersumber dari APBD KARO TA 2021 ini memakan Anggaran sebesar Rp 554.000.000;00. hingga saat ini menjadi tanda tanya masyarakat Rimo Kayu karena merasa kecewa tidak dapat menikmati air bersih hasil dari pembangunan sumur bor tersebut.

Ada hal yang lebih mengecewakan warga Rimo Kayu karena saat pengerjaan Sumur Bor sempat dikutip uang sebesar RP.300.000,;00. dengan alasan untuk membantu pengerjaan proyek tersebut oleh oknum perangkat desa Rimo Kayu.

“Padahal kami juga dikutip oleh oknum perangkat desa Rp.300.000,;00. Untuk pembangunan sumur bor itu, tak apalah kami bayar Pak namun masalahnya air tak kunjung mengalir ke rumah kami”, keluh warga.

” Kami minta Kepala Desa agar mengembalikan uang kami yang diminta perangkat desa jika memang air masih tidak mengalir ke rumah-rumah kami,”cetusnya penuh kecewa.

Sebelumnya Awak Media pernah mencoba menghubungi kepala Dinas Perkim Kabupaten Karo yang pada saat itu dijabat Paksa Tarigan terkait pelaksanaan pembangunan sumur bor di desa Rimo Kayu tersebut. Namun, diarahkan menjumpai Stafnya bernama Ramses.

Mewakili masyarakat desa Rimo Kayu salah satu warga bermarga Bangun sangat berharap agar bangunan sumur bor yang sudah selesai tersebut hendaknya dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Harapan kami agar Dinas Perkim melihat ke lokasi sumur bor dan mengambil langkah langkah perbaikan dan lainnya agar sumur bor dapat segera berfungsi sebagaimana mestinya”, karena untuk apa uang kemaren dikutip jika air tidak mengalir kerumah kami,”harap Bangun.(Ilham S Milala)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hati hati pak, mantan koruptor yang mainkan peran perpolitikan di Sumut dibelakang layar..

-Bolo: Bah sembunyi di dalam terang, sakitnya tak seberapa, malunya ini .

 

 

-Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..

-Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

 

-Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi

Jangan Pandang bulu pak, hajar…