MEDAN(Portibi SMP) : Kreativitas dan kompetensi mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Vokasional Desain Fashion STKIP Pangeran Antasari kembali mendapat panggung melalui Pagelaran Busana 2026 yang digelar di Atrium Utara Lantai 1 Plaza Medan Fair, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi ajang bagi mahasiswa Angkatan 2023 untuk menampilkan hasil pembelajaran sekaligus membuktikan kemampuan mereka dalam merancang karya busana yang kreatif, inovatif, dan bernilai artistik.
Pagelaran tersebut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Prof. Dr. Tommy Leonard, S.H., M.Kn., Koordinator Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Herly Leo Aritonang, Koordinator Sekolah Tinggi Pangeran Antasari Rio Brandlee, S.T., M.M., Ketua STKIP Pangeran Antasari Kartina Rahmadhani Rambe, S.Pd., M.Hum., Ketua Program Studi S-1 Pendidikan Vokasional Desain Fashion Siti Maisyarah Hasibuan, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Pelaksana Tri Utari Ismayuni, S.S., M.Si.
Ketua STKIP Pangeran Antasari Kartina Rahmadhani Rambe mengatakan, pagelaran busana bukan sekadar pertunjukan mode, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide, kreativitas, imajinasi, dan kompetensi yang telah dibangun selama menempuh pendidikan.
“Di balik setiap karya yang ditampilkan hari ini terdapat proses panjang, kerja keras, ketekunan, keberanian bereksperimen, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang. Karena itu, seluruh mahasiswa patut mendapatkan apresiasi atas dedikasi mereka,” ujarnya.
Kartina juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing, yakni Siti Maisyarah Hasibuan, Tri Utari Ismayuni, Surani, serta dosen lainnya yang telah mendampingi mahasiswa sejak proses pembelajaran hingga persiapan pagelaran.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada mahasiswa Semester IV yang tergabung dalam Mata Kuliah Event Organizer sebagai panitia pelaksana, manajemen Plaza Medan Fair atas dukungan dan kerja sama, para orang tua mahasiswa, serta seluruh tamu undangan yang hadir memberikan motivasi.
Pada kesempatan itu, STKIP Pangeran Antasari juga menyambut kehadiran narasumber Mrs. Yentie Lim, Mr. Okky Dhandra, dan Miss Siti Nurul, serta dosen dan mahasiswa dari Universiti Kuala Lumpur Malaysia Italy Design Institute (UniKL MIDI), Malaysia, yang turut memeriahkan kegiatan sebagai bagian dari kolaborasi internasional.
Kartina berharap kerja sama tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk saling belajar, bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan menginspirasi satu sama lain sebagai calon desainer profesional.
“Kami berharap dari kegiatan ini lahir desainer-desainer muda yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Sebanyak 25 mahasiswa Angkatan 2023 menampilkan karya terbaik mereka dalam Pagelaran Busana 2026, yakni Anisah Khairani Batubara, Alya Azzahra, Aulia Putri Ramadhani, Chintya Amanda, Delima Ria Mutiara Pangabean, Devina Maharani, Dwi Tri Domika Purba, Elsarin Noftafia Simatupang, Esra Lumban Gaol, Fristi Utami Sihombing, Intan Ravida Aini, Khairunnisa, Lala Febyola, Liana Sari Br. Hasibuan, Luqyana Khulaidah Panindia, Muhammad Hanafiansyah, Nara Sukma Wanti, Nestita Oktavia Br. Tarigan, Novita Sari, Ranti Oktora Tarigan, Raudhatul Jannah Simamora, Rini Asyiah, Shindy Aulia Wulandari, Winda Maulida Sari, dan Wulan Suci Purba.
Sementara itu, Koordinator Sekolah Tinggi Pangeran Antasari Rio Brandlee, S.T., M.M. menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh besarnya biaya kuliah.
“Kepercayaan kami selalu sama, keterbatasan biaya bukanlah penghalang untuk melahirkan kualitas. Kampus kembali membuktikan bahwa dengan biaya kuliah yang terjangkau, mahasiswa tetap mampu mengembangkan potensi, berkarya, dan berprestasi,” ujarnya.
Menurut Rio, penampilan mahasiswa di panggung Plaza Medan Fair menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran yang baik mampu menghasilkan karya yang membanggakan.
“Saya memberikan apresiasi kepada Program Studi S-1 Pendidikan Vokasional Desain Fashion, seluruh dosen pembimbing, dan mahasiswa yang telah mengharumkan nama kampus melalui karya-karya terbaik mereka,” tambahnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Prof. Dr. Tommy Leonard, S.H., M.Kn., kepada wartawan, Rabu (5/8/2026), menyatakan bahwa pagelaran busana tersebut merupakan bukti kreativitas dan profesionalisme mahasiswa dalam mengembangkan potensi di bidang desain fashion.
“Pagelaran ini bukan sekadar ajang menampilkan hasil pembelajaran, tetapi juga menjadi bukti kreativitas, inovasi, kerja keras, dan profesionalisme mahasiswa. Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk memasuki dunia kerja maupun membangun industri kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof Tommy.
Prof Tommy Leonard juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, panitia, dan mahasiswa yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah generasi yang mampu mengharumkan nama almamater serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesan Prof Tommy.
Melalui pagelaran tahunan ini, STKIP Pangeran Antasari kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap bersaing di industri kreatif melalui karya-karya yang inovatif dan berkualitas.P07




















