LANGKAT (Portibi DNP) : Hingga detik ini, Direktur PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut, Herman Sukendar Harahap SH, belum juga memberi keterangan atau jawaban terperinci terkait pertanyaan yang ditanyakan kepadanya.
Adapun pertanyaan, yang ditanyakan media ini kepada Direktur PDAM Tirta Wampu, Herman Sukendar Harahap SH, via pesan WhatsApp, kemarin, mengenai, apakah benar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat menyertakan modal kepada PDAM Tirta Wampu sejak Tahun Anggaran (TA) 2005 sampai dengan tahun 2024 sebesar Rp81.752.763.144?.
Dan, apakah benar akumulasi kerugian PDAM Tirta Wampu sampai dengan 31 Desember 2024 sebesar Rp51.060.771.985?.
Akumulasi kerugian itu berdasarkan Laporan Keuangan (LK) PDAM Tirta Wampu Tahun 2024.
Lalu, apakah pada tahun 2025, PDAM Tirta Wampu ada menerima penyertaan modal, baik dari Pemkab Langkat maupun pihak lain?.
Jika ada, berapa dan apakah ada akumulasi kerugian pada tahun 2025 di PDAM Tirta Wampu?
Atas pertanyaan tersebut, Direktur PDAM Tirta Wampu, Herman Sukendar Harahap SH, menjawab seperti ini.
“Nanti pas di kantor, saya pelajari dulu ya bang. Panjang kali soalnya,” katanya singkat lewat pesan WhatsApp.
Berikut Laporan Keuangan tahun buku 2024, meliputi masa mulai dari 1 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2024 di PDAM Tirta Wampu.
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp416.675.157 dan sebesar Rp437.975.335, dengan perincian sebagai berikut.
Kas kecil
Tahun 2024 : Rp750.000
Tahun 2023 : Rp750.000
Kas di tangan
Tahun 2024 : Rp30.000.000
Tahun 2023 : Rp30.000.000
Kas di PT Charisma
Tahun 2024 : Rp37.046.400
Tahun 2023 : Rp49.934.600
Bank Sumut Cabang Stabat
Tahun 2024 : Rp341.914
Tahun 2023 : Rp2.602.075
Bank Syariah Mandiri
Tahun 2024 : Rp346.024.529
Tahun 2023 : Rp308.534.133
Bank Mandiri Cabang Stabat
Tahun 2024 : Rp1.154.494
Tahun 2023 : Rp46.154.527
MPI
Tahun 2024 : Rp –
Tahun 2023 : Rp –
Jumlah kas dan setara kas
Tahun 2024 : Rp416.675.157
Tahun 2023 : Rp437.975.335
Deposito
Deposito per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp200.000.000 dan 2023 sebesar Rp0, adalah merupakan deposito pada Bank Syariah Mandiri cabang Stabat.
Piutang Usaha
Piutang usaha terdiri atas piutang rekening air dan piutang rekening non air. Saldo piutang usaha per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp11.288.965.163 dan Rp10.568.436.824, dengan rincian sebagai berikut.
Sosial umum
Tahun 2024 : Rp9.585.710
Tahun 2023 : Rp9.256.810
Sosial khusus
Tahun 2024 : Rp66.889.256
Tahun 2023 : Rp72.174.006
Rumah tangga A
Tahun 2024 : Rp3.622.885.851
Tahun 2023 : Rp3.569.717.362
Rumah tangga B
Tahun 2024 : Rp1.889.361.404
Tahun 2023 : Rp1.704.536.090
Rumah tangga C
Tahun 2024 : Rp3.797.306.758
Tahun 2023 : Rp3.444.996.052
Rumah tangga D
Tahun 2024 : Rp376.688.941
Tahun 2023 : Rp326.073.791
Rumah tangga E
Tahun 2024 : Rp48.561.490
Tahun 2023 : Rp43.948.940
Instansi pemerintah
Tahun 2024 : Rp340.757.833
Tahun 2023 : Rp268.572.363
Niaga kecil
Tahun 2024 : Rp996.985.122
Tahun 2023 : Rp978.754.572
Niaga besar
Tahun 2024 : Rp91.370.761
Tahun 2023 : Rp83.068.011
Jumlah piutang rekening air
Tahun 2024 : Rp11.240.393.126
Tahun 2023 : Rp10.501.097.997
Piutang non air
Tahun 2024 : Rp48.572.027
Tahun 2023 : Rp67.338.827
Jumlah
Tahun 2024 : Rp11.288.965.153
Tahun 2023 : Rp10.568.436.824
Penyisihan piutang usaha
Penyisihan piutang usaha merupakan hasil perhitungan penyisihan piutang air dan non air, tidak termasuk piutang air ABRI dan instansi pemerintah.
Saldo penyisihan piutang usaha per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp4.919.759.972 dan Rp4.737.068.089, dengan perincian sebagai berikut.
Sosial umum
Tahun 2024 : Rp958.571
Tahun 2023 : Rp1.110.817
Sosial khusus
Tahun 2024 : Rp16.722.314
Tahun 2023 : Rp18.765.241
Rumah tangga A
Tahun 2024 : Rp2.898.308.681
Tahun 2023 : Rp2.891.471.063
Rumah tangga B
Tahun 2024 : Rp755.744.562
Tahun 2023 : Rp681.814.436
Rumah tangga C
Tahun 2024 : Rp645.542.149
Tahun 2023 : Rp688.999.210
Rumah tangga D
Tahun 2024 : Rp169.510.023
Tahun 2023 : Rp101.016.068
Rumah tangga E
Tahun 2024 : Rp12.140.372
Tahun 2023 : Rp10.987.235
Instansi pemerintah
Tahun 2024 : Rp85.189.458
Tahun 2023 : Rp31.170.48
Niaga kecil
Tahun 2024 : Rp299.095.537
Tahun 2023 : Rp293.626.372
Niaga besar
Tahun 2024 : Rp36.548.305
Tahun 2023 : Rp18.107.098
Jumlah
Tahun 2024 : Rp4.919.769.972
Tahun 2023 : Rp4.737.068.089
Piutang Pegawai
Piutang pegawai per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp75.262.842 dan Rp96.160.342, dengan perincian sebagai berikut.
Piutang pegawai
Tahun 2024 : Rp78.678.222
Tahun 2023 : Rp99.575.722
Penyisihan piutang pegawai
Tahun 2024 : Rp3.415.380
Tahun 2023 : Rp3.415.380
Jumlah
Tahun 2024 : Rp75.262.842
Tahun 2023 : Rp96.160.342
Persediaan
Persediaan per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp1.152.383.877 dan Rp1.133.986.513, dengan perincian sebagai berikut.
Bahan kimia
Tahun 2024 : Rp192.314.320
Tahun 2023 : Rp184.945.220
Bahan operasi lainnya
Tahun 2024 : Rp55.666.800
Tahun 2023 : Rp55.666.800
Beban instalasi
Tahun 2024 : Rp904.402.757
Tahun 2023 : Rp893.374.493
Jumlah
Tahun 2024 : Rp1.152.383.877
Tahun 2023 : Rp1.133.986.513
Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp29.357.134 dan Rp10.912.644, dengan perincian sebagai berikut.
Asuransi BPJS dibayar dimuka
Tahun 2024 : Rp7.959.249
Tahun 2023 : Rp3.673.363
Asuransi Jamsostek dibayar dimuka
Tahun 2024 : Rp21.397.885
Tahun 2023 : Rp7.239.281
Jumlah
Tahun 2024 : Rp29.357.134
Tahun 2023 : Rp10.912.644
(red/tim)





















