Labura Kirim 16 Truk Bantuan dan Dana Rp. 536 Juta untuk Sumut–Aceh

 

LABURA(Portibi DNP):;Gelombang solidaritas dari Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) memecah duka bencana banjir di Sumatera Utara dan Aceh. Dengan iringan doa dan harapan, 16 truk penuh bantuan kemanusiaan diberangkatkan dari Halaman Kantor Bupati Labura, Rabu (10/12).

Pemandangan deretan truk yang siap melaju itu menjadi simbol kuat bahwa Labura tidak berpangku tangan ketika saudara sebangsa sedang dilanda musibah.

Wakil Bupati Labura, Samsul Tanjung, memimpin langsung pelepasan bantuan tersebut, didampingi Pj. Sekda Susi Asmarani dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Momen itu menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah bergerak cepat dan tegas merespons penderitaan ribuan korban banjir.

Bantuan yang dihimpun dari Pemerintah Kabupaten Labura, perusahaan-perusahaan, masyarakat luas, hingga pengurus dan jamaah Al Washliyah Labura meliputi pakaian layak pakai, beras, mi instan, air mineral, makanan ringan, telur, minyak goreng, sabun, dan kebutuhan pokok lainnya.

Tak hanya itu, Pemkab Labura juga mengirim dana tunai Rp. 536.000.000 sebagai bentuk dukungan tambahan untuk korban terdampak.

Adapun distribusi bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan parah dengan rincian, Tapanuli Selatan 4 truk, Tapanuli Tengah 5 truk, Sibolga 2 truk, dan Aceh Tamiang 5 truk.

Wakil Bupati Samsul Tanjung mengapresiasi derasnya kontribusi masyarakat Labura yang tanpa ragu mengulurkan tangan. “Ini bukti bahwa rasa kemanusiaan kita tak pernah padam. Mari kita doakan saudara-saudara kita agar tetap tabah dan ikhlas menghadapi cobaan ini,” tegasnya.

Wabup juga menekankan bahwa bantuan tersebut baru tahap pertama, dan komitmen Labura untuk membantu tidak berhenti sampai di sini. “Insya Allah akan ada tahap-tahap berikutnya. Kita tidak akan meninggalkan saudara kita dalam kesulitan,” tutupnya. (renz)

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar