SIBOLGA(Portibi DNP): Kota Sibolga saat ini terisolir total akibat sejumlah jembatan penghubung di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah terputus, sehingga akses keluar masuk jalur darat dari dan menuju Sibolga tidak dapat dilalui. Kondisi semakin memburuk dengan terjadinya belasan titik longsor di berbagai lokasi.
Dalam postingan di media sosial, seorang warga Kota Sibolga menyampaikan bahwa hingga laporan ini diterima, tercatat sekitar 46 jiwa menjadi korban dan sebagian besar belum dapat dievakuasi. Curah hujan tinggi yang masih turun hingga malam ini membuat proses evakuasi sangat berisiko dan sulit dilakukan.
Titik longsor terparah berada di Jalan Murai, Aek Parombunan, tepat di belakang SMP Negeri 5 Sibolga. Longsor lainnya juga terjadi di belakang Masjid Budi Sehati Pancuran Gerobak, Gang Maninjau depan Polsek Sibolga Sambas, Jalan Cendrawasih, Jalan Kenari belakang Kelurahan Pancuran Bambu, Bukit Aido Pancuran Gerobak, kawasan Tangga 100 Café Uci Kelurahan Pasar Baru, serta belakang Masjid Taqwa Kelurahan Pancuran Kerambil.
Selain longsor, banjir bandang hebat melanda Aek Parira Kelurahan Angin Nauli dan juga menyebabkan korban jiwa. Hingga malam ini, debit air Sungai Aek Doras masih sangat tinggi dan hanya berjarak beberapa sentimeter menuju meluap ke badan jalan. Banjir parah juga merendam Kelurahan Aek Muara Pinang.
Sudah dua hari Kota Sibolga mengalami pemadaman listrik total. Jaringan telekomunikasi serta distribusi air bersih turut lumpuh. Posko utama penanggulangan bencana kini dipusatkan di Gedung Nasional Sibolga.
Melalui keterbatasan jaringan internet satelit, warga tersebut memohon bantuan dari seluruh pihak yang memiliki kemampuan dan jaringan untuk segera mengirimkan alat berat, makanan, pakaian, obat-obatan, dan dukungan pemulihan jaringan listrik demi mempercepat penanganan darurat.
Informasi ini diharapkan dapat tersebar luas dan menggugah dukungan agar upaya penyelamatan dan evakuasi bisa segera dilakukan bagi warga yang masih terjebak di lokasi bencana.ZF





















