Ketua IP Al Washliyah Apresiasi Kapolres Deli Serdang dalam Pengamanan Aksi Ribuan Massa

 

DELI SERDANG(Portibi DNP):  Aksi unjuk rasa yang melibatkan sekitar 17.000 kader dan warga Al Jam’iyatul Washliyah berlangsung di depan Kantor Bupati Deli Serdang pada Senin, 26 Mei 2025. Massa menyampaikan protes terhadap dugaan penyerobotan aset milik Al Washliyah oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Aksi tersebut mendapat perhatian luas dari berbagai tokoh daerah maupun nasional. Dalam keterangannya, Muhammad Amril Harahap, Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (IP Al Washliyah) Provinsi Sumatera Utara yang juga bertindak sebagai koordinator aksi, menyatakan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecewaan atas terbitnya surat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.

“Surat dengan nomor 800/2286/SKR/2025 yang ditandatangani atas nama Bupati Deli Serdang berisi pemberitahuan pengosongan gedung SMP Negeri 2 Galang. Ini sama saja dengan mengusir para siswa-siswi Al Washliyah yang selama ini menempati gedung tersebut,” ujar Amril.

Ia menegaskan bahwa sengketa atas tanah tersebut sudah memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2938 K/Pdt/1989, yang membatalkan seluruh proses jual beli dan klaim dari pihak yang mengatasnamakan ahli waris atas tanah wakaf tersebut.

Baca juga: Bupati Buka Silaturahmi Ulama, Tokoh Masyarakat dan Cendekiawan Muslim Deli Serdang

Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari ini sempat diwarnai ketegangan. Dua pagar kantor Bupati Deli Serdang dilaporkan roboh, dan terjadi insiden dorong-dorongan serta pelemparan antara massa dan aparat Satpol PP. Amril menyesalkan tindakan Satpol PP yang dinilainya tidak kooperatif.

“Beberapa kader kami mengalami tindakan represif. Sekretaris saya, Ahmad Irham Tajhi, bahkan sempat dicekik dan diamankan bersama sejumlah aktivis lainnya,” ungkap Amril.

Namun demikian, Amril memberikan apresiasi terhadap jajaran Kepolisian Resor Deli Serdang yang langsung dipimpin oleh Kapolres Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si.

“Kapolres dan jajarannya bertindak sangat profesional dan kooperatif dalam menjaga ketertiban. Tidak ada bentrokan antara massa kami dengan pihak kepolisian. Bahkan, beberapa anggota polisi turut membantu menenangkan massa di lapangan,” ucap Amril.

Ia berharap sikap pengayoman yang ditunjukkan pihak kepolisian ini bisa terus dipertahankan dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat secara damai di Deli Serdang.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan aksi lanjutan, Amril menyatakan pihaknya masih menunggu itikad baik dari Bupati Deli Serdang dalam beberapa hari ke depan.

“Jika tidak ada penyelesaian, kami akan turun kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. Kami tegaskan, Al Washliyah adalah organisasi besar warisan para ulama. Jangan diremehkan,” pungkasnya.SF

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar