Kepala SD Negeri 055975 Pancur Ido Punya Hutang Rp10 Juta Rupiah?

 

LANGKAT (Portibi DNP) : Guna membongkar adanya dugaan kecurangan pada penerimaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan yang mendampingi para guru honorer ini pun menunjukkan bukti adanya dugaan kecurangan tersebut.

Dikutip dari salah satu media online, LBH Medan menunjukkan bukti berupa Kwitansi yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 055975 Pancur Ido, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, bernama Awaluddin.

Isi kwitansi tersebut merupakan kwitansi pembayaran sebagai hutang pak Awaluddin selaku Kepala SDN 055975 Pancur Ido sebesar Rp10 Juta Rupiah.

Selain foto kwitansi, LBH Medan juga menunjukkan bukti foto seseorang yang sedang memegang uang sambari menutupi wajahnya dengan uang pecahan Rp100.000.

Menurut Direktur LBH Medan, Irvan Syahputra, bukti ini juga sudah diserahkan kepada penyidik yang ada di Polda Sumut.

Dengan adanya bukti ini, ia pun mendesak pihak Polda Sumut untuk segera menetapkan siapa saja yang bakal dijadikan tersangka dalam perkara ini.

Sebab, sejak kasus ini dilaporkan, pihak Polda Sumut belum juga menetapkan siapa saja yang bakal dijadikan tersangka.

Padahal, kata Irvan, kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal dan Batubara sudah ada tersangkanya.

“Dalam kasus ini penyidik sudah mempunyai bukti-bukti yang cukup sebagaimana amanat KUHAP Pasal 1 angka 14, yaitu, tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana,” kata Irvan.

Irvan menegaskan, Polda Sumut jangan main-main dalam menangani perkara ini.

“LBH Medan meminta secara tegas kepada Polda Sumut, khususnya Dir Krimsus jangan bermain-main dalam kasus a quo, apalagi sampai mempetieskannya. Jika hal tersebut dilakukan, maka ini akan mencoreng dan menimbulkan distrust publik, khususnya guru honorer Langkat terhadap institusi Polri,” ungkapnya.

Sayangnya, hingga berita ini dimuat media online portibi.id belum mendapat keterangan resmi dari Kepala SDN 055975 Pancur Ido, Awaluddin, mengenai kebenaran kwitansi tersebut.(BP/net)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..