Kejuruan Seri Bija Diraja Stabat dan PB MBN Langkat Tolak Pembangunan Tugu Gerbang Selamat Datang Simpang Bupati Stabat

LANGKAT (Portibi DNP): Pada Tahun 2020 lalu, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Langkat membangun tugu gerbang selamat datang simpang Bupati, Stabat.

Sayangnya, di tugu gerbang selamat datang simpang Bupati, Stabat, ornamen melayu tidak ada nampak.

Akibatnya, Kejuruan Seri Bija Diraja Stabat dan PB MBN Langkat memasang spanduk di tugu tersebut.

Dalam spanduk tersebut tertulis bahwa, Kejuruan Seri Bija Diraja Stabat dan PB MBN Langkat menolak gerbang selamat datang simpang Bupati Stabat hilangkan ornamen melayu sebagai jadi diri Kabupaten Langkat nan bertuah.

“Dulu, dari masa ke masa Bupati Langkat, ornamen melayu selalu ada di tugu gerbang itu bang. Sekarang ornamen melayu yabg dulunya ada kini sudah ditiadakan bang. Dalam arti kata, perlahan tapi pasti Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin diduga sengaja mau menghilangkan melayu di Langkat ini,” kata Kejuruan Seri Bija Diraja Stabat, Tengku Chandra, kepada wartawan ketika bertemu di Sobat Caffe Stabat, baru-baru ini.

Ia pun meminta agar Bupati Langkat memperhatikan masyarakat melayu yang ada di Kabupaten Langkat.

“Masyarakat melayu di Langkat ini sangat kental. Jadi, jangan lupakan kami masyarakat melayu yang ada di Langkat ini,” ujarnya.

Soal pemasangan spanduk, bertuliskan, menolak gerbang selamat datang simpang bupati hilang ornamen melayu sebagai jati diri Kabupaten Langkat nan bertuah, oleh kejuruan Seri Bija Diraja Stabat dan PB MBN Langkat, tepat di Tugu selamat datang Simpang Bupati, Stabat Langkat, Kadis Kominfo Langkat, H. Syahmadi, menjelaskan.

Kata Sahmadi, Pemkab Langkat tidak pernah bermaksud untuk menghilangkan ornamen melayu disetiap pembangunan Kabupaten Langkat. Termasuk pada perehapan tugu selamat datang di simpang Bupati, Kota Stabat.

Hal ini, sesuai visi misi Bupati Langkat Terbit Rencana PA, yakni menjadikan Langkat yang berbudaya.

“Pemkab Langkat tidak pernah bermaksud menghilangkan ornamen melayu di bumi bertuah ini,” katanya, seperti tertulis di situs podiumindonesia.com, pada tanggal 13 Januari 2021 lalu.

Sahmadi menambahkan, Bupati juga secara langsung telah mengintruksikan kepada semua SKPD, bahwa simbul – simbul budaya jangan pernah dikurangi, sebaliknya, harus dilebihkan.

Sebab, Bupati sangat menghargai nilai budaya yang memiliki pesan mendalam dalam kehidupan.

“Budaya itu, jangan dikurangi, tapi kalau di lebihkan boleh,”sebut Kadis Kominfo, menyampaikan pesan Bupati.

Jadi terkait ornamen pada tugu, lanjut Syahmadi, sebelumnya telah diterangkan oleh Kadis PU Langkat, Subiyanto, saat Pemkab Langkat menggelar Konferensi Pers dengan PWI dan sejumlah wartawan Langkat lainnya, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Senin (11/1/2021) lalu.

Bahwa, saat ini baru pengerjaan tahap awal, jadi akan ada tahap selanjutnya.

“Pembangunannya belum selesai, karena kekurangan anggaran. Sebab ditahun 2020, banyak anggaran yang di realokasikan untuk penanganan covid 19,” terangnya.

Jadi pada 2021 ini, terang Syahmadi,  akan dilanjutkan pengerjaannya oleh Dinas PU bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup. 

Yakni pemasangan ornamen melayu pada tugu selamat datang simpang Bupati. Bahkan, ornamen tersebut, juga akan dipasang sampai ke jalan Proklamasi.

“Jadi semuanya telah direncanakan, diharapkan kepada masyarakat agar dapat memaklumi. Namun intinya, Pemkab Langkat tidak pernah berniat menghilangkan simbul – simbul budaya melayu di negeri bertuah ini,” pungkasnya.(BP)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..