Jelang 2 Bulan Pascabencana, Nasib Pilu Warga Barus Luput dari Perhatian Pemkab Tapteng

 

TAPTENG(Portibi DNP):  Memasuki hampir dua bulan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Utara, khususnya Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), penderitaan warga terdampak masih terus berlangsung. Hingga kini, masyarakat Barus mengaku belum merasakan perhatian maupun bantuan yang memadai dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Berdasarkan peninjauan langsung di sejumlah lokasi terdampak bencana di Barus, Selasa (14/1/2026), aktivitas warga memang mulai berjalan seperti biasa. Namun di balik itu, rasa pilu dan kesedihan masih kuat dirasakan masyarakat akibat kerusakan pemukiman dan belum adanya penanganan serius dari pemerintah.

Sejumlah kecamatan di Tapteng diketahui turut terdampak bencana, seperti Kecamatan Pandan, Tukka, Sorkam, hingga Barus. Namun warga Barus mengaku paling merasakan kekecewaan karena hingga kini belum menerima bantuan ataupun kunjungan resmi dari pemerintah daerah.

“Sungguh sedih nasib kami ini, Bang, seperti tidak punya pemerintah. Sudah hampir dua bulan pascabencana, jangankan bantuan, utusan pemerintah saja, baik camat apalagi pejabat Pemkab, belum ada yang datang menemui kami,” ujar Iwan Pohan, warga Kelurahan Pasar Batu Gerigis, saat ditemui wartawan.

Saat itu, Iwan terlihat bergotong royong bersama warga lain menimbun tanah di lokasi rumah warga yang hancur akibat banjir setinggi hingga tiga meter. Ia menjelaskan, rumahnya bersama 14 rumah lainnya di Lorong Satu Kelurahan Pasar Batu Gerigis rusak parah dan hanyut diterjang banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025.

Kesedihan serupa juga disampaikan Agusrin Hasugian, warga setempat. Ia mengaku kehilangan rumah dan hingga kini masih kebingungan memulihkan kondisi pemukiman yang rusak parah. “Sudah hampir dua bulan, tapi kesedihan kami belum hilang. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk pemulihan, seperti penimbunan tanah yang kini menjadi aliran air baru menuju laut Barus. Namun sampai sekarang belum ada,” katanya.

Ia menambahkan, banjir juga mengubah kawasan Tambak menjadi seperti danau dengan kedalaman mencapai tiga meter. Kondisi ini membuat warga tidak tahu harus memulai pemulihan dari mana tanpa bantuan pemerintah.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga mengaku terbantu oleh kepedulian mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, bersama Anggota DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani. Keduanya disebut telah turun langsung sejak hari pertama bencana, memberikan berbagai bantuan kepada warga.

“Sejak sehari setelah bencana, keluarga Bakhtiar Sibarani dan Rahmansyah Sibarani sudah datang menemui kami. Mereka membuka dapur umum, memberikan bantuan dana sekadarnya, hingga saat ini membantu penimbunan tanah di pemukiman warga,” ujar Iwan.

Agusrin dan Iwan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas kepedulian tersebut. Menurut mereka, tanpa bantuan Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Rahmansyah Sibarani, warga Barus dikhawatirkan akan terpuruk lebih parah.

“Kami sangat bersyukur memiliki sosok yang peduli seperti Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Rahmansyah Sibarani. Karena sampai hari ini, kami belum menerima bantuan apa pun dari Pemkab Tapteng, baik berupa makanan maupun dana bantuan tempat tinggal sementara,” tegas mereka.SF

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar