Gubsu Bangun 80 Unit Rumah Untuk Warga Korban Banjir, Namun Sampai Kini Pemkab Madina Belum Menyalurkannya 

Foto: Kondisi rumah bantuan Gubsu untuk korban banjir di Madina

 

 

 

 

Mandailing Natal (Portibi DNP): Pada tahun 2018 yang lalu daerah Pantai Barat Kab. Mandailing Natal diterjang banjir besar mulai dari Kecamatan Batang Natal sampai ke daerah Kecamatan Natal, rum ah penduduk yang berada dipinggiran Sungai Batang Natal banyak yang hanyut di terjang air sungai tersebut.

Kejadian bencana alam yang banyak merugikan masyarakat umum ini, membuat Gubernur Sumatera Utara yang pada waktu itu di jabat oleh Edy Rahmayadi melakukan peninjauan kelokasi yang terkena bencana, untuk membantu dan mengurangi beban kerugian yang ditanggung oleh masyarakat, Pem erintah Propinsi membangun 80 rumah permanen yang berlokasi di areal perkebunan PT. PSU- Sp.Gambir, di daerah Desa Jalan Lidang Kecamatan Lingga Bayu di berikan kepada warga masyarakat yang rumahnya hanyut atau hancur sewaktu terjadinya banjir tersebut.

80 rumah yang di bangun Pemeriintah Sumatera Utara itu telah 5 tahun selesai, namun entah kenapa Pemerintah Kabupaten Mandai ling Natal belum menyerahkan rumah itu kepada yang berhak menerimanya, entah apa kendalanya kita pun tidak tau.

Ketika Portibi DNP meminta tanggapan Camat Lingga Bayu Edi Ikhsan Lubis SH mengatakan bahwa, sebetulnya saat ini rumah tsb be lum bisa ditempati, karena ketia daan akses air bersih dan listrik untuk penerangan.

Baca juga: Dr H Razman Arif Nasution SH, SAg, MA Harapkan Polres Madina Tangkap Pelaku Tambang Emas Ilegal di Pantai Barat 

Sementara itu sekarang telah banyak yang korban banjir tersebut sudah membangun kembali rumahnya di bantaran sungai Batang Natal dan enggan pindah ke rumah Relokasi mengingat jarak dari rumah relokasi ke kebun tempat usaha mereka menjadi jauh.

Seterusnya Camat yang agresif dan murah senyum ini mengatakan, saat ini kondisi 80 unit rumah tersebut sudah mulai banyak yang rusak dan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki nya, selain itu kata Edi Ikhsan, informasi yang di dapatkan dari berbagai kalangan bahwa, rumah yang kosong ini sering dipergunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk tempat mengkonsumsi Narkoba dan kegiatan negatif lainnya.

Ketika Portibi DNP ingin konfirmasi ke Manager PT. PSU Sp. Gambir, sebagai lokasi perumahan itu, stafnya mengatakan bapak lagi tu gas luar.

Dalam pada itu salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Ling ga Bayu, Kayamudin Nasution, yang tempat usahanya terletak dipinggiran sungai batang natal di Kelurahan Sp. Gambir mengatakan bahwa, dalam hal penempatan perumahan yg seharusnya diberikan kepada warga masyarakat yang terkena dampak banjir Sungai Bata ng Natal beberapa tahun yang lalu, sebagai masyarakat kita sangat menyesali kinerja Pemkab Mandailing Natal, yang kurang peka dan tidak pro aktif dengan kondisi masyarakat yang terkena musibah tersebut.

Untuk itu, kata Kayamudin Nasution, Mandailing Natal pada saat ini mempunyai Bupati yang baru, mudah-mudahan kedepannya hal perumahan untuk para korban bencana ini bisa dilaksanakan penyerahannya, sesuai yg diutarakan mantan Gubernur Edy Rahmayadi sewaktu dia dulu berkunjung ke mari untuk melihat suasana masya rakat yg terkena musibah itu.NL

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar