MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Dr H. Muslim Harahap MSP menilai, rasa nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan sudah mulai terkikis terutama di kalangan generasi muda.
Sehingga perlu ditumbuhkan kembali pemahaman Pancasila guna menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan UU D 1945 di tengah masyarakat.
Hal ini disampaikannya saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Taman Wisata Danau Siombak Marelan, Jalan Ps Nippon, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan,Minggu (21/6/2026).
Wakil Ketua Komisi I DPRD Meda ini minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memasukkan Pendidikan Moral Pancasila di Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sudah lama hilang.
Pendidikan moral Pancasila perlu di ajarkan kembali sekolah-sekolah guna memberikan penguatan moral generasi muda untuk membendung idiologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa yang terdapat dalam Pancasila,ungkap Muslim.
Pernyataan ini diungkap Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini meneruskan permintaan konstituennya yang mengusulkan agar Pemko Medan mengajarkan kembali Pendidikan Moral Pancasila di SD dan SMP.
Sebab kata Muslim, sekolah yang memberikan pendidikan sejarah yang baik, akan membantu siswa memahami sejarah perjuangan bangsanya.
“Mereka-mereka ini nantinya juga akan mendorong wawasan kebangsaan ke generasi berikutnya,”ungkap legislator daerah pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan tersebut.
Kenapa Pendidikan Moral Pancasila harus dimasukkan di SD maupun SMP kata Muslim, karena Pancasila merupakan pedoman hidup bangsa Indonesia
Pancasila menjadi pijakan dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatan Republik Indonesia (NKRI), membangun keadilan, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, sehingga harus ditanamkan kepada setiap generasi muda.
“Sebab Pancasila telah mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan,”ucapnya.
Pada kesempatan itu, Muslim turut menghadirkan narasumber dari Garnizun Kota Medan yang memaparkan tentang bahaya narkoba hingga tanda-tanda atau ciri-ciri pengguna narkoba serta cara pencegahannya.
“Mari kita berjuang bersama dalam menyelamatkan anak-anak kita dari bahaya narkoba. Narkoba musuh kita bersama. Perangi narkoba, berantas narkoba,” pungkasnya.
Sebab narkoba sangat tidak baik untuk perkembangan generasi muda, merusak moral dan ahlak anak bangsa.
Untuk itu Garnizun mengajak selamatkan keluarga dari pengaruh buruk narkoba. “Mari selamatkan keluarga kita dari pengaruh buruk narkoba,”ajaknya.P06
















