Edwin Sugesti Nasution : Sampah Bisa Jadi Ancaman dan Bisa Juga Sebagai Sumber Ekonomi

 

MEDAN (Portibi DNP) : Sampah merupakan ancaman jika tidak dikelola dengan baik, seperti pencemaran lingkungan, bencana alam (banjir, longsor), dan gangguan kesehatan.

Namun, sampah juga memiliki peluang besar untuk dikelola menjadi sumber ekonomi melalui pengolahan dan penerapan prinsip ekonomi sirkular

Hal ini dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan, Edwin Sugesti Nasution, SE, MM

saat melaksanakan Sosialisasi ke XI Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda No 6 Tahun 2015 Pengelolaan Persampahan Kota Medan.

Sosialisasi Perda (Sosper) ini digelar Edwin di dua titik yakni Jalan Gurilla Kelurahan Sei Kerah Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan dan Jalan Sosro Lingkungan 8 Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung, Minggu (23/11/2025)

Dikatakan Edwin tujuan dilakukannya sosper tersebut agar masyarakat mengetahui aturan persampahan yang didalamnya ada hak dan tanggung jawab, sanksi/denda, sehingga dituntut kesadaran dan disiplin untuk tidak sembarangan membuang sampah.

Perda ni juga kata Edwin, bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, dengan pengelolaan sampah yang efektif dan efisien serta untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam mengelola sampah.

Dikatakan Edwin, kebijakan Pemko Medan dalam menanggulangi masalah sampah di Kota Medan melalui program Medan Medan bersih, sehat, tertib, aman, rapi dan indah (Bestari) menuju masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera dan berwawasan lingkungan sebagai visi dan misi.

Sistem pelayanan kebersihan di Kota Medan diawali dengan kegiatan pewadahan, pengumpulan dan pemindahan pengangkutan ke Tempat Panampungan Akhir (TPA) serta pemusnahan sampah menjadi kompos.

Namun kenyataannya, kata legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Medan tersebut, hingga saat ini belum terkelola dengan baik, menghingat kesadaran masyarakat terhadap sampah masih rendah bahkan terkadang mengabaikannya.

Seakan kepedulian untuk tidak membuang sembarangan sangat sulit. Tak terkecuali sampah plastik, rumah tangga dan sampah lainnya masih banyak membuang sembarangan. Padahal akibanya sangat besar terhadap kesehatan juga kebersihan,” ujarnya.

Oleh karena itu anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Medan Tembung, Medan Timur, Medan Perjuangan dan Medan Deli ini berharap semua orang bertanggung jawab terhadap sumber sampah yakni dari rumah tangga. Terutama sampah jenis plastik sangat merusak kesehatan.

Menurut Edwin, sampah sesunguhnya jika dikelola dengan baik akan menghasilkan secara ekonomis. Namun itu harus memiliki keterampilan. Tak salah misalnya generasi muda bisa melirik hal tersebut. Di daerah lain sampah sangat berguna misalnya dengan memisahkan yang kering dengan yang basah sehingga ada bank sampah.

Anggota dewan yang duduk di Komisi IV ini mencatat di Kota Medan ada 2000 ton sampah per harinya, sedangkan yang diangkut perharinya antara 1.500-1.700 ton, karena tidak ada aktifitas masyarakat yang tidak menghasilkan sampah.

Saat ini, jelasnya, Pemerintah semakin memberikan perhatian terhadap pemanfaatan sampah sebagai salah satu sumber energi melalui penggunaan teknologi.

Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dapat menjadi salah satu sumber energi yang dapat dikembangkan pemanfaatannya dan diperkirakan mampu menghasilkan potensi sekitar 2000 MW, tutup Edwin.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar