DPN LPK Desak APH Usut Tuntas Dugaan Pemungutan Pajak Tanpa SPTPD di Pemkab Karo

 

​KARO (Portibi DNP): Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara terkait dugaan penyimpangan pemungutan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Restoran dan Hotel tanpa Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) di Kabupaten Karo menuai tanggapan keras.

​Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemberantasan Korupsi (DPN LPK) mengutuk keras praktik pemungutan pajak daerah tersebut dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera bergerak menyeret para pelaku ke ranah pidana.

​Wakil Ketua Umum DPN LPK, Norman Ginting SE, menegaskan bahwa pola pemungutan pajak yang mengandalkan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) berdasarkan “kesanggupan” wajib pajak tanpa mekanisme penetapan resmi merupakan celah sistematis terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tindak pidana korupsi.

​”Ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan dugaan kejahatan jabatan yang terstruktur. Bagaimana mungkin pungutan negara ditentukan lewat sistem ‘tawar-menawar kesanggupan’ di lapangan tanpa SPTPD dan tanpa ketersediaan Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak? Ini modus klasik yang sangat berpotensi menjadi ajang pungli, penyalahgunaan wewenang, hingga penggelapan uang negara,” tegas Norman dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).

​DPN LPK mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dan Polda Sumatera Utara untuk segera menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlidik) guna memeriksa seluruh pihak yang terlibat, mulai dari oknum pejabat Bapenda Kabupaten Karo hingga petugas penagih di lapangan.

​DPN LPK menegaskan akan terus mengawal kasus temuan LHP BPK Nomor: 62.B/T/LHP/DJPKN-V.MDN/PPD.01/05/2026 tertanggal 26 Mei 2026 ini hingga menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.

​”Penyertaan alasan bahwa tidak ada petugas fungsional pemeriksa pajak tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melanggar aturan hukum. Jika APH membiarkan hal ini, maka akuntabilitas keuangan daerah di Sumatera Utara akan hancur. Tangkap dan periksa siapa saja yang menikmati hasil dari ketidakpatuhan aturan ini!” tegasnya.

​Temuan BPK dan Rincian Realisasi Pajak

​Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Sumut atas Laporan Keuangan Pemkab Karo TA 2025 mengungkap adanya dugaan permasalahan administratif dan akurasi pemungutan PBJT. Uji petik BPK menemukan pemungutan PBJT Restoran dan Hotel diduga tidak didukung dokumen SPTPD, melainkan langsung menggunakan SSPD.

​Sesuai Kepmen Dalam Negeri No. 900.1.15.5-306 Tahun 2024 dan UU No. 1 Tahun 2022, Pemkab Karo menerapkan Perda No. 01 Tahun 2024 yang berdampak pada perubahan mapping nomenklatur rekening PAD. Rekening Pajak Hotel beralih ke PBJT-Jasa Perhotelan di Bapenda Kabupaten Karo.

​Berdasarkan data LHP BPK, realisasi penerimaan Pajak Hotel (Akun Lama) TA 2024 tercatat Rp10.183.523.769,28 dan TA 2025 bernilai Rp0 akibat transisi pemetaan. Sementara itu, realisasi PBJT Hotel (Akun Baru) TA 2025 tercatat sebesar Rp9.032.865.629,53 (TA 2024 senilai Rp0).

Rincian Penerimaan Pajak Hotel (TA 2024) dan PBJT Hotel (TA 2025)

Penerimaan Pajak Hotel TA 2024 (Akun Lama) mencakup kontribusi dari berbagai kategori penginapan, di antaranya:

Pajak Hotel Bintang 5

1. Mikie Holiday Resort dan Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp3.649.662.125

2. Grand Mutiara Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp2.098.956.727

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp5.748.618.852

Pajak Hotel Bintang 4

1. Sinabung Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp1.214.342.480

2. Hotel Sibayak Internasional

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp990.241.637

3. Green Garden Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp59.616.728

4. Taman Resort Simalem

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp518.720.115

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp2.782.920.960

Pajak Hotel Bintang 3

1. Rudang Hotel dan Resort

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp139.591.000

2. Brastagi Cottage

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp397.242.633

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp536.833.633

Pajak Hotel Bintang 2

1. Grand Orri Berastagi

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp270.808.920

2. Danau Toba International Cottage

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp56.542.377

3. Bukit Kubu Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp278.950.830

4. Hotel Grand Pinus

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp28.581.705

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp634.883.832

Pajak Hotel Melati 3

1. Dien Karona Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp5.842.000

2. Losmen Kalang Ulu

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp148.540.004

3. Uluna Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp85.830.636,28

4. Hotel Melati “Ginsata”

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp900.000

5. Guest House Simole

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp86.723.908

6. Hotel Suite Pakar

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp24.000.000

7. Villa Grand Orri

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp19.828.086

8. 3 Berastagi Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp1.350.000

9. Villa Takasima Berastagi

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp27.413.825

10. Penginapan Arihta

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp2.250.000

11. Hotel Juma Eluk

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp6.000.000

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp0

Realisasi TA 2024 : Rp408.678.459,28

Realisasi Pajak Hotel-Losmen TA 2025 dan 2024 sebesar Rp0 dan Rp71.588.033.

​Penerimaan PBJT Hotel TA 2025 (Akun Baru) mencakup kontribusi dari berbagai kategori penginapan, di antaranya:

PBJT Hotel Bintang 5

1. Mikie Holiday Resort dan Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp3.432.025.706

Realisasi TA 2024 : Rp0

2. Grand Mutiara Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp1.725.085.580

Realisasi TA 2024 : Rp0

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp5.157.111.286

Realisasi TA 2024 : Rp0

PBJT Hotel Bintang 4

1. Sinabung Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp1.097.084.606

Realisasi TA 2024 : Rp0

2. Hotel Sibayak Internasional

Realisasi TA 2025 : Rp704.843.611

Realisasi TA 2024 : Rp0

3. Green Garden Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp46.514.545

Realisasi TA 2024 : Rp0

4. Taman Resort Simalem

Realisasi TA 2025 : Rp421.665.616

Realisasi TA 2024 : Rp0

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp2.270.108.378

Realisasi TA 2024 : Rp0

PBJT Hotel Bintang 3

1. Rudang Hotel dan Resort

Realisasi TA 2025 : Rp132.822.000

Realisasi TA 2024 : Rp0

2. Brastagi Cottage

Realisasi TA 2025 : Rp357.787.734

Realisasi TA 2024 : Rp0

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp490.609.734

Realisasi TA 2024 : Rp0

PBJT Hotel Bintang 2

1. Grand Orri Berastagi

Realisasi TA 2025 : Rp166.407.511

Realisasi TA 2024 : Rp0

2. Danau Toba International Cottage

Realisasi TA 2025 : Rp79.308.362

Realisasi TA 2024 : Rp0

3. Bukit Kubu Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp245.074.816

Realisasi TA 2024 : Rp0

4. Hotel Grand Pinus

Realisasi TA 2025 : Rp20.492.477

Realisasi TA 2024 : Rp0

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp511.283.166

Realisasi TA 2024 : Rp0

PBJT Hotel Melati 3

1. Dien Karona Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp5.025.000

Realisasi TA 2024 : Rp0

2. Losmen Kalang Ulu

Realisasi TA 2025 : Rp138.300.000

Realisasi TA 2024 : Rp0

3. Uluna Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp117.171.726,53

Realisasi TA 2024 : Rp0

4. Hotel Melati “Ginsata”

Realisasi TA 2025 : Rp1.800.000

Realisasi TA 2024 : Rp0

5. Guest House Simole

Realisasi TA 2025 : Rp77.932.999

Realisasi TA 2024 : Rp0

6. Hotel Suite Pakar

Realisasi TA 2025 : Rp23.500.000

Realisasi TA 2024 : Rp0

7. Villa Grand Orri

Realisasi TA 2025 : Rp17.378.985

Realisasi TA 2024 : Rp0

8. 3 Berastagi Hotel

Realisasi TA 2025 : Rp1.050.000

Realisasi TA 2024 : Rp0

9. Villa Takasima Berastagi

Realisasi TA 2025 : Rp27.764.750

Realisasi TA 2024 : Rp0

10. Penginapan Arihta

Realisasi TA 2025 : Rp1.000.000

Realisasi TA 2024 : Rp0

11. Hotel Juma Eluk

Realisasi TA 2025 : Rp6.000.000

Realisasi TA 2024 : Rp0

Jumlah

Realisasi TA 2025 : Rp416.923.460,53

Realisasi TA 2024 : Rp0

Realisasi PBJT hotel-losmen TA 2025 dan 2024 sebesar Rp0 dan Rp186.829.605.

Pengakuan Internal dan Respon Pemkab Karo

​Wawancara BPK dengan Kasubid Penagihan dan Penindakan serta Kasubid Pengolahan Data Bapenda Karo mengungkap bahwa SPTPD hanya diterbitkan jika wajib pajak melapor secara mandiri. Untuk usaha yang tidak melakukan pembukuan (seperti kedai kopi, rumah makan, losmen, dan hotel melati), petugas penagih langsung menerbitkan SSPD saat pembayaran.

​Selain itu, belum tersedianya Jabatan Fungsional Pemeriksa Pajak membuat besaran pajak dipungut berdasarkan “nilai kesanggupan” wajib pajak di lapangan, lalu diberikan bukti SSPD lunas.

​BPK menilai kondisi ini bertentangan dengan Pasal 125 ayat (1) Perda Kab. Karo No. 01 Tahun 2024, sehingga penerimaan PBJT dinilai belum akurat dan andal. Hal ini disebabkan kurangnya pengawasan Kepala Bapenda serta belum optimalnya petugas lapangan dalam menerapkan dasar penetapan sesuai aturan.

​Menanggapi hasil temuan tersebut, Bupati Karo melalui Kepala Bapenda menyatakan sependapat dengan temuan BPK dan berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi perbaikan sesuai ketentuan hukum. (red/tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

‘Tanah Untuk Rakyat’ Pekerjaan rumah untuk Badan Reforma Agraria, harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Banyak rakyat menunggu.. 

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar