Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa (DPC IMA) STAIN Mandailing Natal menyatakan kepeduliannya terhadap para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mandailing Natal. Kepedulian tersebut muncul sebagai respons atas berbagai persoalan dan dugaan kelalaian dalam pelaksanaan program di tingkat daerah.
Ketua DPC IMA MADINA STAIN MADINA, Hasnul Habib Rangkuti, menegaskan bahwa mahasiswa hadir untuk memastikan program yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, benar-benar dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Fokus kami adalah keselamatan dan hak para penerima manfaat. Jangan sampai ada kelalaian dalam pengelolaan dapur, distribusi makanan, maupun pengawasan yang justru merugikan masyarakat. Kami berharap Bapak Bupati Madina segera mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan MBG di daerah ini,” ujar Hasnul Habib Rangkuti.
DPC IMA menyoroti pentingnya pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari standar kebersihan dapur, kualitas bahan pangan, kompetensi tenaga pengelola, hingga ketepatan distribusi makanan. Mahasiswa menilai bahwa setiap bentuk kelalaian, sekecil apa pun, berpotensi berdampak langsung pada kesehatan penerima manfaat.
Selain itu, mereka juga meminta adanya audit dan pemeriksaan administratif terhadap perizinan, sistem rekrutmen tenaga kerja, serta mekanisme pengelolaan anggaran. Transparansi dinilai menjadi kunci agar program MBG tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Hasnul Habib Rangkuti menambahkan bahwa mahasiswa tidak bermaksud menghambat jalannya program pemerintah, melainkan ingin menjadi mitra kritis yang konstruktif.
“Kami mendukung penuh program MBG sebagai program strategis nasional. Namun, kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan jika ada indikasi kelalaian. Kami berharap Bapak Bupati Madina mengambil langkah tegas demi melindungi masyarakat,” tegasnya.
DPC IMA STAIN MADINA berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh SPPG yang beroperasi. Mahasiswa berkomitmen untuk terus mengawal isu ini demi memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat nyata dan tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat Madina.MH
















