Diskusi Budaya Melayu Asahan

Asahan (Portibi DNP): Diskusi Budaya Melayu Asahan dengan mengusung Tema: ” Strategi Meningkatkan Literasi Tari Gubang dan Sinandong Asahan sebagai upaya melestarikan Budaya Melayu Asahan ” bertempat di Lembaga Kesenian dan Sastra Kampung Literasi Asahan yang beralamat di Jl. K.H. Agus Salim/Pasar Lama, Gg. Citra No. 20 Kelurahan Teladan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Dalam Diskusi Budaya Melayu Asahan untuk Moderator/Public Speaker dibawakan oleh Yone Velazh Marpaung (Penyiar Radio RSPD Asahan), serta menghadirkan Narasumber Datuk Rudy Syahputra, ST, Pegiat Budaya Pesinandong Asahan (Dinas Kebudayaan Pariwisata Ekraf Provinsi Sumatera Utara) dan serta Cakra Bhakti, SH, M.Si (Ketua PD Mabmi Asahan).
Untuk Kegiatan Diskusi Budaya Melayu Asahan dengan mengusung Tema: ” Strategi Meningkatkan Literasi Tari Gubang dan Sinandong Asahan sebagai upaya melestarikan Budaya Melayu Asahan ” diadakan Pada Hari Jum’at Tanggal 05 Desember 2025.

Awak media ketika konfirmasi kepada Cakra Bhakti, SH, M.Si (Ketua PD Mabmi Asahan), Jum’at (21/11/2025) mengatakan bahwa kegiatan Diskusi Budaya Melayu Asahan ini dengan mengusung Tema: ” Strategi Meningkatkan Literasi Tari Gubang dan Sinandong Asahan sebagai upaya melestarikan Budaya Melayu Asahan ” sebagai bentuk upaya melestarikan nilai-nilai Budaya Melayu, melestarikan budaya Melayu ini tanggung jawab kita semua baik Pemerintah ataupun Masyarakat juga punya tanggung jawab yang sama, jangan sampai lengah, kalau kita lalai dan lengah kita bisa punah, generasi muda merupakan ujung tombak dalam melestarikan Budaya Melayu, mengintegrasikan Budaya Melayu kedalam pendidikan formal, serta mengadakan festival dan acara kebudayaan serta memanfaatkan teknologi untuk dokumentasi serta promosi,
seperti pepatah Melayu mengatakan “tak hilang melayu” bermakna bahwa Bangsa Melayu tidak akan punah selama dunia ada.

Ungkapan ini menekankan keyakinan akan kelangsungan identitas, budaya, dan warisan Melayu, meskipun menghadapi perubahan zaman, yang juga sering dilengkapi dengan pepatah melayu yang lain “Bumi Bertuah Negeri Beradat” untuk menekankan pentingnya menjaga adat dan tradisi, ujar Cakra Bhakti.

Kegiatan Diskusi Budaya Melayu Asahan didukung oleh Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Asahan, Lembaga Kesenian Budaya dan Sastra Kampung Literasi Asahan dan TBM Ridha. AR

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pakย  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar