BARUS(Portibi DNP): Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Barus Mudik, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (TapTeng), menggelar pengajian gabungan di lokasi pertapakan pembangunan Masjid Taqwa, Desa Kampung Mudik, Minggu (23/11/2025) pagi. Kegiatan ini menghadirkan penceramah nasional sekaligus Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, H. Izzul Muslimin.
Acara turut dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah, antara lain Wakil Ketua PWM Sumut Prof. Assoc. Dr. M. Qorib, Dr. Abdul Mutholib, Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut sekaligus kader Muhammadiyah, Rahmansyah Sibarani, SH, MH, Ketua PDM TapTeng H. Yusri Tanjung, PCM Barus Mudik Azmal Matondang, serta pimpinan PCM, PRM, PDA, dan PCA se-Kabupaten TapTeng beserta warga Persyarikatan di Kecamatan Barus.
Dalam sambutannya, M. Qorib mengapresiasi pelaksanaan pengajian gabungan yang mampu menghadirkan penceramah dari PP Muhammadiyah. Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas konsistensi kepedulian Rahmansyah Sibarani kepada Muhammadiyah.
“Adinda Rahmansyah sudah lama saya kenal sebagai kader yang konsisten. Meski daerah pemilihannya mencakup TapTeng, Taput, Toba hingga Humbahas, saya sering mendengar bantuannya juga mengalir di Kota Medan. Ini membuktikan beliau tidak memilih-milih daerah dalam membantu,” ujar Qorib.
Ia juga berharap semarak Muktamar Muhammadiyah 2027 yang akan digelar di Kota Medan terus digaungkan, mengingat Barus merupakan salah satu titik sejarah awal masuknya Islam di Nusantara.
Sementara itu, Rahmansyah Sibarani menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran penceramah nasional dan para pengurus Muhammadiyah. Ia menyebut dalam beberapa bulan ke depan pihaknya merencanakan kembali pengajian akbar yang rencananya menghadirkan Ustadz Adi Hidayat, melalui koordinasi dengan Rektor UMSU, Prof. Agussani.
Usai penyampaian sambutan dan ceramah, dua tokoh Muhammadiyah TapTeng, Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Rahmansyah Sibarani, mengumumkan bantuan 2 paket umrah bagi dua peserta pengajian tertua yang hadir. Selain itu, saat sesi lucky draw keduanya juga menyalurkan bantuan berupa 5 televisi android 32 inci, 5 mesin cuci, dan 10 kulkas.
Pembagian hadiah tersebut menambah kemeriahan pengajian yang dihadiri sekitar lima ratus warga. Rahmansyah juga turut membagikan puluhan baju batik Muhammadiyah dan Aisyiyah yang ia bawa langsung dari Yogyakarta.
Semangat Muhammadiyah di Barus
Dalam ceramahnya, Ustadz Izzul Muslimin menyampaikan kekagumannya atas perkembangan Islam khususnya Muhammadiyah di Barus, yang dikenal sebagai titik awal peradaban Islam di Indonesia.
“Saya yakin Islam, khususnya Muhammadiyah di Barus, akan terus tumbuh dan berkembang. Ketika mendapat undangan untuk berceramah di sini, saya langsung menerimanya karena Barus memiliki nilai sejarah yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia mengajak warga Muhammadiyah untuk terus menggerakkan persyarikatan sebagai jalan dakwah menuju kebaikan.
“Warga Muhammadiyah tidak boleh surut dalam menghadapi tantangan untuk menegakkan amar makruf nahi munkar,” ujarnya.
Izzul juga mengingatkan agar warga tidak menjadi “parasit” yang hanya mengambil keuntungan dari organisasi.
“Pesan KH Ahmad Dahlan itu jelas: *hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah.* Filosofi ini harus ditanamkan. Ber-Muhammadiyah harus memberi, baik pemikiran, tenaga, maupun harta,” tegasnya.
Ia menutup ceramah dengan mengingatkan agar setiap kader menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat, agar kejayaan Islam dan Muhammadiyah di Barus tidak hanya menjadi cerita, tetapi terus berlanjut.SF





















