Mandailing Natal(Portibi DNP): Bendahara Satma AMPI Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Saleh, kembali angkat suara terkait dugaan pembunuhan berencana yang terjadi di lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot pada 26 Maret 2026.
Saleh mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya menerima informasi awal, tetapi juga telah mendengar langsung cerita dari keluarga korban yang memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan yang disengaja.
Menurut keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan seperti biasa untuk bekerja mencari nafkah dengan cara “menggacong”. Tidak ada tanda-tanda korban mengalami tekanan atau kondisi yang mengarah pada kecelakaan kerja.
Namun saat jasad korban ditemukan, keluarga justru dikejutkan dengan kondisi yang jauh dari dugaan kecelakaan.
“Pihak keluarga melihat langsung ada bekas sayatan di kedua tangan korban. Ini yang membuat mereka sangat yakin bahwa kematian ini bukan karena jatuh ke lubang tambang,” ungkap Muhammad Saleh.
Keluarga korban juga menyampaikan bahwa tidak ditemukan luka benturan serius yang lazim terjadi jika seseorang terjatuh ke dalam lubang tambang dengan kedalaman tertentu.
“Kalau jatuh ke lubang, pasti ada luka lebam atau patah tulang. Tapi ini tidak ditemukan. Justru ada luka yang mengarah pada kekerasan. Ini yang membuat keluarga terpukul sekaligus curiga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Saleh menegaskan bahwa cerita dan kesaksian keluarga tidak boleh diabaikan oleh aparat penegak hukum. Ia menilai, keterangan tersebut merupakan pintu awal untuk mengungkap fakta sebenarnya.
“Ini bukan sekadar asumsi. Ini cerita langsung dari keluarga yang melihat kondisi korban. Aparat tidak boleh tutup mata terhadap fakta ini,” tegasnya.
Ia juga kembali menyinggung dugaan keterlibatan oknum berinisial NP dalam aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut, yang dinilai menjadi sumber masalah dan potensi konflik.
“Tambang ilegal ini bukan hanya merusak lingkungan, tapi sudah sampai merenggut nyawa. Kalau benar ada pembunuhan, maka ini kejahatan serius yang harus dibongkar sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.
Menurutnya, pembiaran terhadap aktivitas ilegal hanya akan memperbesar peluang terjadinya tindak kriminal, terutama terhadap masyarakat kecil yang tidak memiliki perlindungan.
“Korban ini hanya rakyat kecil yang mencari makan. Tapi justru mereka yang paling rentan jadi korban. Negara tidak boleh kalah,” tambahnya.
Tuntutan Kuat:
Mengusut tuntas dugaan pembunuhan berencana berdasarkan keterangan keluarga dan bukti di lapangan
Mengungkap siapa saja yang terlibat, termasuk dugaan aktor di balik tambang ilegal
Memberikan keadilan penuh kepada keluarga korban
“Kami tegaskan, cerita keluarga korban adalah alarm keras. Jangan sampai kasus ini ditutup atau dipelintir. Jika hukum masih ada, maka kebenaran harus diungkap. Kami akan terus kawal sampai tuntas,” tutup Muhammad Saleh.MH























