Dedy Aksyari Nasution : Hadapi Era Perdagangan Bebas, Pemko Medan Perlu Lakukan Perlindungan Terhadap UMKM

MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Dedy Aksyari Nasution ST mengatakan salah satu pihak yang terdampak dari berlakunya masyarakat ekonomi asean (MAE).adalah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Karena MAE menyebabkan perdagangan barang dan jasa di kawasan asia tenggara didasarkan pada mekanisme pasar dan persaingan bebas.

“Jadi dalam menghadapi era perdagangan bebas tersebut Pemerintah Kota (Pemko) Medan perlu melakukan upaya untuk melindungi UMKM,”kata Dedy Aksyari Nasution, Kamis (2/2/2023).

Meskipun diakui Dedy, tahun anggaran (TA) 2022, Pemko Medan telah menganggarkan bantuan keuangan kepada para pelaku UMKM Kota Medan sebesar Rp. 8 miliar serta bantuan peralatan senilai Rp. 1, 53 milar lebih.

“Kita mengapresiasi kebijakan Pemko Medan yang telah menganggarkan bantuan keuangan dan bantuan peralatan yang tujuannya adalah untuk mensejahterakan pelaku UMKM di Kota Medan,”sebut Dedy.

Harapannya tentu anggaran yang telah ditetapkan tersebut harus benar-benar dilakukan pengawasan agar bantuan dimaksud tepat guna dan tepat sasaran, sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan kesejahteraannya, apalagi saat ini 72 % pelaku UMKM terkena dampak akibat pandemi covid-19.

Pun begitu lanjut Dedy yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Medan tersebut,
saat ini diperlukan intervensi kebijakan Pemko Medan melalui kebijakan peraturan perundang-undangan guna melindungi dan mengembangkan UMKM Kota Medan agar dapat bersaing di tengah era perdagangan bebas.

Sebab kata Dedy pelaku UMKM telah mengalami penurunan penjualan dan penyaluran modal. Setidaknya ada tiga sektor yang paling terdampak, yaitu sektor pertanian, ekspor, dan kerajinan pendukung wisata.

Sektor UMKM memiliki peran strategis didalam mendukung perekonomian nasional.

Menurut Dedy, UMKM merupakan penyumbang pendapatan domestik bruto (PDB) terbesar dan relatif tahan terhadap krisis keuangan yang terjadi dalam perekonomian nasional. Perkembangan UMKM berpotensi semakin meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Dikatakan Dedy, UMKM merupakan kelompok usaha ekonomi yang penting dalam perekonomian Kota Medan. Oleh karena kesenjangan pendapatan yang cukup besar masih terjadi antara pengusaha besar dengan mikro usaha kecil, dan menengah.

“Jadi pengembangan daya saing UMKM, secara langsung merupakan upaya dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, sekaligus mempersempit kesenjangan ekonomi di Kota Medan,”imbuh anggota dewan yang duduk di Komisi IV tersebut.P06

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..