LABURA(Portibi DNP): “ Saya sudah banyak menyaksikan marga Nababan yang menjadi berkat bagi orang banyak. Saat tugas di Sidikalang, Dairi, saya bertemu dengan Anton Nababan, anggota DPR. Ketika saya mutasi ke Pahae, di sana saya bertemu dengan Nikson Nababan, Bupati Tapanuli Utara kala itu. Memang luar biasa do Nababan on “
Hal ini diungkapkan Pdt. SW. Panjaitan dalam khotbahnya di acara partangiangan Borsak Mangatasi Nababan ke 70 tahun yang digelar di Aula Hotel Pasirma Aek Kanopan, Senin 13 Oktober 2025.
Pendeta yang melayani di Gereja HKI Aek Kanopan itu berharap, punguan Borsak Mangatasi Nababan Aek Kanopan dan Aek Loba Sekitarnya juga dapat menjadi berkat bagi lingkungannya. Dan dalam skala lebih besar lagi, ia menekankan agar Borsak Mangatasi Nababan menjadi berkat bagi dunia.
“ Sesuai tu tema partangiangan on, sude pomparanni Borsak Mangatasi Nababan ingkon gabe pasu-pasu tu humaliang, “ imbuh Pdt. SW. Panjaitan.
Partangiangan ini sendiri merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan seluruh pomparan Borsak Mangatasi Nababan di manapun berada. Tanggal 13 Oktober ditetapkan menjadi waktu bagi seluruh pomparan Borsak Mangatasi Nababan untuk berdoa memohon ampunan dan keselamatan kepada Tuhan.
Ini bermula dari kekhawatiran para penatua marga Nababan puluhan tahun lalu, yang mengamati bahwa tidak pernah ada pomparan Borsak Mangatasi Nababan yang menjadi orang sukses, baik itu dalam karir, maupun kehidupan sosial dan ekonomi.
Berangkat dari kekhawatiran itu, disepakatilah bahwa seluruh pomparan Borsak Mangatasi Nababan harus berkumpul dan berdoa memohon pengampunan kepada Tuhan agar diberkati dalam kehidupan. Pada 13 Oktober 1955, digelarlah partangiangan ini di Sijabu-jabu, Siborong-borong, Tapanuli Utara. Partangiangan perdana itu dipimpin langsung oleh Ephorus HKBP kala itu, Pdt. Dr. J. Sihombing.
Hadir dan memandu partangiangan ini, St. G. Nababan bersama Ketua Punguan Borsak Mangatasi Nababan, Cst. U. Nababan. Turut hadir dr. Poaradda Nababan, anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019 – 2024.
Di akhir acara partangiangan ini, panitia mengadakan pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol memperingati partangiangan Borsak Mangatasi Nababan yang ke 70 tahun. (renz).
















