MEDAN (Portibi DNP) : Persoalan pengangguran dan ketersediaan lapangan pekerjaan khususnya dikalangan anak muda di Kota Medan menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan.
Guna mencari jalan keluarnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan pun diminta memberikan fokus anggaran yang memadai.
Penekanan ini disampaikan anggota badan anggaran (Banggar) DPRD Medan
Syaiful Ramadhan dalam rapat lanjutan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plapon Prioritas Anggaran Sementara
(KUA & PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P.APBD) Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2023 di Ruang Banggar DPRD Medan, lantai II gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Selasa (1/8/2023).
“Kami meminta kepada Pemko Medan untuk menambah anggaran guna mengatasi pengangguran khusunya bagi anak – anak muda di Kota Medan. Karena kita melihat banyak pengangguran dikalangan anak muda saat,” katanya.
Syaiful Ramadhan yang juga Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Medan ini pun minta Pemko Medan menyelesaikan persoalan ini, menambah anggaran di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).
“Saya melihat anggaran di Disnaker Kota Medan sangat kecil, dari 17 Miliar yang tersedia, hanya 2 Miliar saja yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Untuk itu itu Syaiful mengusulkan agar ada penambahan anggaran di dinas tersebut, yang nantinya difokuskan untuk pelatihan pelatihan kepada anak – anak muda sehingga mereka terpacu mengembangkan kreatifitasnya.
“Saya meminta ada penambahan anggaran di Disnaker, yang nantinya bisa digunakan
untuk pelatihan-pelatihan, mengingat anak-anak muda kita saat ini sangat kreatif, konten kreator, dengan itu
mereka bisa mandiri,” harapnya.
Dihadapan Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan, Syaiful menambahkan, penambahan anggaran tersebut menjadi penting, mengingat potensi anak-anak muda sekarang yang cenderung kreatif dan minat akan peningkatan skill (pelatihan).
“Nah ini kan perlulah ya kita tambahkan anggarannya Pak Kadis, ataupun mereka dikasi skill, apalagi nanti mungkin ada Hibah, mereka bisa dikasi peralatan,seperti laptop, handphone atau paket internet, mungkin itu sudah cukup untuk memberi akses bagi mereka bekerja dirumah,” sarannya.P06




















