MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Ahmad Afandi Harahap menilai, saat ini banyak di temui anak memiliki ilmu, tapi tidak memiliki adab dan etika.
Padahal Pendidikan tidak hanya didapat dari sekolah, tetapi juga di rumah. Untuk itu ia mengajak para orang tua mengajari anak mengenai adab dan etika di rumah.
Hal ini katakannya saat melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Seroja (Komplek New Azalea), Kelurahan Tembung, KecamatanMedan Tembung, Minggu, (9/8/2026)
Kegiatan yang juga dihadiri Ir. Harismi (Narasumber), H. Ahmad Faisal Nasution, S.H. (Tokoh Agama), Mhd. Yahya Nasution, S.E., Hendro Ferdianto dan Mhd. Syukri Nasution (Tokoh Masyarakat) serta ratusan masyarakat Kecamatan Medan Tembung ini diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan teks pancasilasa dan pemaparan empat pilar kebangsaan.
“Saya mengajak kita semua sebagai orang tua untuk mengajari anak mengenai adab dan etika di rumah,”imbuh Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini.
Menurut Afandi ini alasan kenapa pemerintah melaksanakan kegiatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini ke masyarakat.
Karena banyak generasi muda sekarang ini yang tidak peduli dan cinta tanah air, banyak anak muda sekarang ini tidak hafal Pancasila.
Dikatakan Ahmad Afandi Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang Bangsa Indonesia mengenal Diri dan Lingkungannya.
Mengutamakan kesatuan wilayah dan persatuan bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 19945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.
Konsep ini katanya bertujuan menanamkan Nasionalisme, Patriotisme dan Cinta Tanah Air serta menjadi landasan bagi setiap warga Indonesia untuk bertindak demi kepentingan nasional.
Dalam sesi tanyajawab Febiyolanda warga Linkungan 1 Benteng Hilir, Kelurahan Tembung, Kecamatan. Medan Tembung mengungkapkan baru-baru ini dia memulangkan buku SMP anaknya.
Tapi ia tidak melihat buku sejarah, saat ditanya kepada gurunya, memang tidak ada pelajaran sejarah di sekolah.
“Ini sangat disayangkan kenapa pelajaran sejarah sudah tak ada lagi di sekolah, mohon penjelasannya pak ?, tanya Febiyolanda kedapa Ahmad Afandin.
Sementara Siti Hajar Warga Gang Sepakat Lingkungan 1, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung menanyakan mengenai Sila ke-4 dari butir Pancasila.
Ia mencontohkankan mengenai bahan pokok naik terutama Daging Ayam. Waktu anak sekolah libur harga ayam 28 ribu tapi saat anak sekolah masuk harga ayam jadi 40 ribu, bagaimana ini pak.
Menjawab pertanyaan tersebut, legislator daerah pemilihan (dapil) III Kota Medan meliputi Kecamatan Medan Tembung, Medan Timur, Medan Perjuangan dan Medan Deli yang duduk di Komisi IV ini mengatakan akan mempernyakannyan kepada dinas terkait.P06




















