MADINA(Portibi DNP): Di repost dari akun instagram @faktamandailing.news Film Pangarasa Dinilai Gagal Bangun Citra Positif.
Kehadiran film berjudul “Pangarasa” yang menampilkan Wakil Bupati Mandailing Natal sebagai salah satu pemeran menuai kritik dari sejumlah pihak. Film ini dinilai tidak mencerminkan nilai luhur maupun kearifan lokal yang seharusnya menjadi representasi positif daerah.
Khoirul Salam Batubara, salah satu masyarakat Madina, menyayangkan pilihan tema yang diusung. Menurutnya, judul “Pangarasa” yang identik dengan istilah “tukang racun” justru berpotensi memperburuk citra daerah di tengah upaya membangun sektor pariwisata.
“Film ini bentuk kelalaian pemerintah saat ini. Ia tidak mencirikan cita-cita luhur Mandailing Natal, malah mengungkit narasi lama yang negatif. Sementara banyak kisah yang lebih bernilai edukasi bisa diangkat, seperti perjuangan ulama, tokoh pendidikan, maupun pahlawan daerah,” tegas Khoirul, Sabtu (23/8/2025).
Ia juga menilai keterlibatan Wakil Bupati dalam film ini tidak tepat, terlebih adanya logo pemerintah daerah dalam materi promosi resmi film tersebut. Hal itu, menurutnya, memberi kesan bahwa Pemkab Madina ikut serta membangun isu yang justru kontraproduktif terhadap citra positif daerah.
“Daerah lain sibuk membangun inovasi dan citra positif, sementara kita malah ikut menguatkan stigma negatif. Ini kegagalan pemerintah dalam berinovasi dan membangun sinergi lintas sektoral,” tambahnya.
Film “Pangarasa” sendiri dijadwalkan tayang perdana pada 31 Agustus 2025 dengan tiket yang telah dipasarkan sejak 20 Agustus. Namun, perdebatan mengenai tema dan pesan yang dibawa film tersebut kini menjadi sorotan publik, khususnya terkait peran pemerintah daerah dalam mendukung karya yang dianggap kurang mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal Mandailing Natal.MH




















