Rajudin Sagala : Sanksi Tegas Harus Ditegakkan Bagi Aparatur Pemko Medan Jika Tak Jalankan Tugas Dengan Baik

 

MEDAN (Portibi DNP) : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan H.Rajudin Sagala SPdI mengapresiasi langkah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah kantor pelayanan publik seperti kantor camat, kantor lurah, kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dupcapil) dan lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan sidak ke sejumlah instansi pelayanan publik pemerintah kota (Pemko) Medan,”kata Rajudin Sagala kepada wartawan di ruang kerjanya lantai 1 gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Selasa (8/4/2025).

Ini kata Rajudin merupakan bagian dari evaluasi terhadap aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Pemko Medan yang memang perlu diperbaiki kinerjanya kedepan.

Diapun minta kepada wali kota selaku pimpinan tertinggi di Pemko Medan untuk menerapkan sanksi tegas terhadap aparaturnya jika tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

“Jadi demi perbaikan kinerja Pemko Medan kedepan, sanksi tegas harus ditegakkan bagi aparatur yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk camat dan lurah yang telat masuk kantor,”ujar Rajudin.

Soal sanksi apa yang layak diberikan, Rajudin menyerahkan sepenuhnya kepada wali kota selaku pimpinan tertinggi di Pemko Medan.

Namun yang jelas, sidak Wali Kota Medan tersebut dalam rangka meningkatkan kinerja aparatur di Pemko Medan, ungkap Rajudin.

“Jadi jika Camat Medan Polonia
Irfan Asardi Siregar dan Lurah Tegal Sari Mandala III Ibnu Ridelsa dinonaktifkan sementara sembari menunggu hasil pemeriksaan inspektorat, itu merupakan langkah yang baik, sebut Rajudin.

Rajudin pun menekankan kepada instansi pelayanan publik di Pemko Medan harus tetap standby, jangan sampai kosong yang pada akhirnya membuat masyarakat kecewa.

Jalankan tugas sesuai fungsinya dengan baik, terutama dibidang urusan pelayanan publik, ujar politisi senior Partai Keadilan Sosial (PKS) tersebut.

“Sekali lagi kita mengapresiasi langkah Wali Kota Medan melakukan sidak, sehingga menjadi contoh bagi instansi lain untuk melaksanakan tugasnya dengan baik,” tandas Pimpinan DPRD Medan ini.

Sebab sidak yang dilakukan Wali Kota Medan tersebut dalam rangka meningkatkan kinerja aparatur di Pemko Medan itu sendiri, ungkap Rajudin.

Untuk diketahui Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas terpaksa harus
menonaktifkan sementara Camat Medan Polonia Irfan Asardi Siregar dan Lurah Tegal Sari Mandala III Ibnu Ridelsa.

Ini dilakukan Wali Kota Medan mendapatkan keduanya sering tepat masuk kantor, hal diketahui Rico Waas melakukan sidak beberapa waktu lalu.

“Intinya sampai sekarang beliau kita nonaktifkan sementara agar nantinya jelas apa yang harus dilakukan,” kata Rico Waas kepada wartawan belum lama ini.

Rico menjelaskan tidak mau asal mencopot pejabatnya. Menurutnya, harus dilakukan sesuai mekanisme yakni melalui pemeriksaan Inspektorat terlebih dahulu.

“Jadi kita dalam pemerintahan kita juga tidak asal-asal main copot, tapi harus ada proses yang kita laksanakan juga, ini kan disesuaikan dengan cara kita bernegara juga,” ucapnya.

Lurah Tegal Sari Mandala III Ibnu Ridelsa juga disebut sedang diperiksa Inspektorat. Ibnu juga dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

“Iya sama (Ibnu Ridelsa), sedang diperiksa, dinonaktifkan juga,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut Camat Medan Polonia Irfan Asardi Siregar sering telat datang ke kantor. Rico pun meminta Inspektorat untuk memeriksa Irfan.

Kelakuan Irfan yang telat ngantor dilihat langsung oleh Rico saat sidak ke Kantor Camat Medan Polonia. Dalam video yang dilihat, Kamis (20/3/2025), Rico ngecek ke sejumlah ruangan di Kantor Camat Medan Polonia. Namun hanya ada beberapa pegawai yang terlihat di dalam.

Rico kemudian terlihat mengumpulkan sejumlah pegawai. Kemudian menanyakan soal Camat Medan Polonia Irfan Asardi Siregar.

Politisi NasDem ini mengatakan jika dia datang tadi pagi pukul 08.10 WIB dan hanya menemukan 2 pegawai. Kemudian dia menunggu sampai pukul 09.20 WIB, Irfan tidak kunjung datang.

“Saya datang jam 08.10 WIB, tapi pegawai cuma ada 2. Ya udah kita tunggu, kita tunggu sampai jam 09.20 WIB, camat belum datang juga,” kata Rico.

Rico kemudian menanyakan apakah Irfan memang sering datang telat, lalu pegawai dan Sekcam menuturkan jika Irfan kerap telat. Saat sidak tadi pagi, Sekcam Medan Polonia Rangga Karfika Sakti datang pukul 08.40 WIB.

“Kita tanya apakah camat biasa begini, pengakuan mereka memang camat nya juga memang sering datang telat, jam 10 (kadang) jam 11, Sekcamnya sendiri yang bilang. Sekcam datang jam 08.40 WIB, saya mau pulang jam 09.20 WIB camat belum hadir,” ucapnya.

Inspektorat pun diminta untuk memeriksa dan mengevaluasi Camat Medan Polonia. Rico meminta agar Irfan diberi sanksi tegas.

“Saya sudah sampaikan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk Inspektorat periksa keseluruhannya, saya minta camat memang kalau nggak mau di sana ya pindahkan aja, saya minta harus benar-benar evaluasi sanksi yang jelas karena dia pimpinan memberikan contoh ke bawahan,” ujarnya.

Rico juga melakukan sidak ke Kantor Lurah Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai dan menemukan hal serupa. Lurah Tegal Sari Mandala III Ibnu Ridelsa disebut kerap datang pukul 12.00 WIB.

“Termasuk Lurah Tegal Sari Mandala III, sama juga dan pengakuan para pegawai datang sekitar sekitar jam 12.00 WIB,” ujarnya.

Menurut Rico, peristiwa telat masuk kantor ini diduga terjadi di hampir seluruh kecamatan dan kelurahan. Sehingga dia bakal melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Ini kita cukup meyakini terjadi di banyak kecamatan dan kelurahan, kita akan cek keseluruhan. Saya minta juga masyarakat laporkan apabila memang terjadi, kami butuh info agar bisa kita cek,” tuturnya.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar