Walikota dan Kadisdik Diminta Copot Jabatan Kepala SMPN 1 Binjai

Foto : Kepala SMPN 1 Binjai, Sofyan/net

MEDAN (Portibi DNP) : Berdasarkan data yang dihimpun, pada Tahun Anggaran (TA) 2022, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Binjai ada mengadakan kegiatan berupa cetak pas photo sebesar Rp9.150.000.

Dana kegiatan diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) TA 2022. Kegiatan ini pun di catat di Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Usut punya usut, kegiatan tersebut diduga tidak dilaksanakan. Selain itu, ada juga dugaan lain yang ditemukan di SMPN 1 Binjai.

Dimana, SMPN 1 Binjai diduga membayar insentif NNH selaku Aparat Sipil Negara (ASN) sebesar Rp17.100.000 dan membayar Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp900.000.

Sementara, berdasarkan peraturan, pembayaran insentif NNH diduga tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) BOS.

Atas temuan tersebut, media online portibi.id, mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala SMPN 1 Binjai, Sofyan, tentang kebenaran data di atas lewat pesan WhatsApp, Rabu (22/11/2023).

Sayangnya, hingga berita ini dimuat, Kepala SMPN 1 Binjai belum juga membalas, meski pesan sudah berceklist dua.

Mengomentari hal di atas, pengacara, Sofyan Taufik SH.MH, meminta kepada Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Binjai untuk segera mencopot jabatan Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMPN) 1 Binjai.

“Kenapa saya minta Walikota dan Kadisdik Kota Binjai untuk segera mencopot jabatan Kepala SMPN 1 Binjai, karena saya menilai kinerja Kepala SMPN 1 Binjai kurang baik,” katanya kepada wartawan, Kamis (23/11/2023).

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Pemendikbud) Nomor 40 Tahun 2021, Kepala Sekolah yang penilaiannya kurang baik bisa dicopot dari jabatannya.

“Kurang baiknya dimana? Kurang baiknya, Kepala SMPN 1 Binjai diduga telah berani membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tetapi tidak melaksanakan kegiatan. Inikan kurang baik, maka Walikota dan Kadisdik bisa mencopot jabatan Kepala SMPN 1 Binjai,” katanya mengakhiri. (BP)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

‘Tanah Untuk Rakyat’ Pekerjaan rumah untuk Badan Reforma Agraria, harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Banyak rakyat menunggu.. 

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

 

Terkini

Paling Banyak Komentar