Lela Nilai Pembelajaran Tatap Muka Dapat Jadi Langkah Antisipasi Kurangi Risiko Ganguan Kesehatan

 

MEDAN (Portibi DNP) : Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri mengatakan kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Medan, dengan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.

Ia pun menilai, kebijakan meliburkan siswa dari TK,SD dan SMP baik swasta maupun negeri guna melindungi kesehatan anak-anak dari dampak buruk paparan polusi udara sangat baik.

“Saya mengapresiasi langkah Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengeluarakan surat edaran mengenai imbauan penggunaan masker di satuan pendidikan,”kata Lailatul Badri di Medan, Minggu (18/10/2026).

Namun, menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Lela ini, penggunaan masker perlu diikuti langkah perlindungan tambahan apabila kondisi udara belum membaik.

“Keputusan Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan instruksi pemakaian masker di satuan pendidikan sangat kita apresiasi saat kondisi udara dalam kategori tidak sehat,”ujar Lela.

Tapi, kata Legistator daerah pemilah (Dapil) III, Medan Deli, Medan Perjuangan, Medan Timur dan Medan Tembung ini, kondisi udara yang tidak sehat ini jelas tidak baik bagi kesehatan.

“Kita mendorong agar Pemko Medan dalam beberapa hari ini meliburkan pelajar, baik siswa TK, SD maupun SMP,” kata Lela.

Menurut Lela, penghentian sementara pembelajaran tatap muka dapat menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan kabut asap.

Ia menyarankan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung melalui sistem daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga siswa tetap dapat mengikuti pelajaran tanpa harus beraktivitas di luar rumah.

“Sistem belajar dapat dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini semua demi menjaga kesehatan anak-anak. Kebijakan ini bisa dilakukan sebagai tahap uji coba, apakah tiga hari atau beberapa hari, sambil memantau situasi udara yang melanda Kota Medan,” ujarnya.

Lela menambahkan, pembatasan aktivitas di luar rumah juga penting dilakukan selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan perlindungan lebih karena berisiko terpapar polusi saat berangkat maupun pulang sekolah.

Dalam hal ini, Lela juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas siswa di luar jam sekolah, terutama bagi pelajar tingkat SMP yang dinilai memiliki lebih banyak kesempatan melakukan aktivitas di luar rumah.

“Karena setiap anak-anak pulang dari sekolah, jika masih TK atau SD, jelas dapat diawasi dan dikontrol. Tapi, setingkat SLTP pasti akan ada aktivitas yang dilakukan,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan itu menyebutkan, kebijakan meliburkan siswa akibat kabut asap telah diterapkan di daerah lain, salah satunya Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Karena itu, Lela mempertanyakan mengapa langkah serupa belum dipertimbangkan di Kota Medan.

“Akibat kabut asap ini, satu daerah saja sudah mengambil kebijakan, dalam hal ini Madina. Kenapa Kota Medan tidak bisa.Jadi kita harapkan adanya keputusan saudara Wali Kota Medan, Rico Waas atas permasalahan saat ini,” ujarnya.

Lela menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan pendidikan di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Untuk itulah, kata Lela pihaknya meminta Wali Kota Medan Rico Waas agar mempertimbangkan langkah tegas berupa penghentian sementara pembelajaran tatap muka hingga kondisi udara membaik, dengan tetap memastikan proses pendidikan berlangsung melalui pembelajaran jarak jauh.

“Saat ini kesehatan yang diperlukan. Maka, kebijakan tegas Wali Kota Medan sangat diperlukan demi menjaga kesehatan anak-anak. Permasalahan kabut asap yang hari ini melanda Kota Medan sudah dalam kategori tidak baik,” pungkasnya.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

‘Tanah Untuk Rakyat’ Pekerjaan rumah untuk Badan Reforma Agraria, harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Banyak rakyat menunggu.. 

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar