Langkat(Portibi DNP) : Wakil Menteri Haji dan Umrah RI sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan PB Matahari Pagi Indonesia, Dahnil Anzhar Simanjuntak, menegaskan bahwa Matahari Pagi Indonesia (MPI) kini telah bertransformasi menjadi gerakan kemasyarakatan yang berorientasi pada pembangunan budaya, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Matahari Pagi Indonesia Kabupaten Langkat periode 2026–2031 yang digelar di Pendopo Jentera Malay, Stabat, Sabtu (1/8/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPW Matahari Pagi Indonesia Sumatera Utara, Donal Anjar Simanjuntak, serta dihadiri Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, Kapolres Langkat, Kajari Langkat, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan berbagai tokoh masyarakat.
Dalam pidato utamanya, Dahnil menjelaskan bahwa Matahari Pagi Indonesia lahir sebagai gerakan politik untuk mendukung kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. Namun, setelah kontestasi politik berakhir, organisasi tersebut bertransformasi menjadi organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang kemanusiaan dan pembangunan karakter bangsa.
“Pak Prabowo menyampaikan bahwa Matahari Pagi bukan sekadar gerakan sosial, melainkan gerakan kebudayaan. Gerakan kebudayaan adalah tingkatan yang lebih tinggi karena membangun nilai, karakter, dan persatuan,” ujar Dahnil.
Ia menegaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada keberagaman. Menurutnya, Kabupaten Langkat tidak dibangun oleh satu kelompok, satu suku, atau satu agama, melainkan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat.
“Langkat dibangun oleh semua suku yang hidup dan bersatu di daerah ini. Begitu juga Indonesia. Indonesia bukan hanya Jawa, Batak, Melayu atau suku lainnya, bukan pula hanya Islam, Kristen atau agama tertentu. Indonesia adalah akumulasi seluruh rakyatnya yang bersatu dalam keberagaman,” katanya.
Dahnil mengatakan Presiden Prabowo Subianto selalu berpesan agar seluruh elemen bangsa mengambil setiap nilai kebaikan yang dimiliki masyarakat.
“Pesan Presiden Prabowo adalah menjadi akumulasi kebaikan. Ambil semua nilai baik dari seluruh suku, agama, dan kelompok masyarakat, lalu tinggalkan hal-hal buruknya. Dengan cara itulah persatuan akan semakin kuat,” tuturnya.
Sebagai implementasi gerakan tersebut, Dahnil memaparkan sejumlah program nyata Matahari Pagi Indonesia. Saat ini, MPI memiliki ratusan mobil operasional yang setiap hari membersihkan rumah-rumah ibadah tanpa membedakan agama, mulai dari masjid, gereja hingga tempat ibadah agama lainnya.
“Kami ingin membangun budaya bersih. Rumah ibadah harus menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun. Itu adalah bagian dari nilai kebudayaan yang kami bangun,” jelasnya.
Di bidang sosial, MPI juga menjalankan Program Makan Bahagia Gratis. Di Jakarta, organisasi tersebut membiayai lima sekolah untuk penyediaan makanan bergizi bagi para siswa. Selain itu, MPI mengoperasikan mobil food truck yang menyediakan makanan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk program makan malam gratis di beberapa titik bagi para tunawisma.
Dalam kesempatan itu, Dahnil juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sanitasi sekolah. Ia meminta pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap fasilitas toilet di sekolah-sekolah.
“Banyak anak yang enggan menggunakan toilet sekolah karena kondisinya kotor, tidak layak, bahkan menakutkan. Akibatnya mereka menahan buang air, dan dalam jangka panjang itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Hal-hal sederhana seperti ini juga harus menjadi perhatian kita bersama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPD Matahari Pagi Indonesia Kabupaten Langkat, Sribana Perangin-angin, menegaskan komitmen kepengurusan yang baru untuk menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami siap memberikan kontribusi maksimal demi mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Langkat dan menjadi mitra dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ketua DPW Matahari Pagi Indonesia Sumatera Utara, Donal Anjar Simanjuntak, menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti. Menurutnya, kepemimpinan perempuan tidak hanya mengandalkan logika, tetapi juga naluri dan empati dalam melayani masyarakat.
“Saya optimistis Langkat di bawah kepemimpinan Ibu Tiorita akan semakin maju karena beliau memimpin dengan hati dan selalu mencurahkan perhatian terbaik untuk masyarakat Kabupaten Langkat,” katanya.
Plt. Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, menyambut baik kehadiran Matahari Pagi Indonesia di Kabupaten Langkat. Ia berharap organisasi tersebut menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Langkat dalam menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Selamat kepada seluruh pengurus DPD Matahari Pagi Indonesia Kabupaten Langkat yang baru dilantik. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Langkat,” pungkasnya.SF




















