Sekretaris HIMMAH Binjai Mengkritisi Pernyataan Kapolres 

 

BINJAI (Portibi DNP) : Apresiasi terhadap Kapolres Binjai yang sigap membentuk Satgas anti begal dilontarkan oleh Sekretaris HIMMAH Kota Binjai Adinda Syahputra, S.H., S.Pd. atau yang kerap disapa Wanda.

Namun, disisi lain, Wanda juga mengkritisi pernyataan Kapolres Binjai yang meminta masyarakat agar tidak “menggiring opini” bahwa Kota Binjai tidak aman.

Narasi tersebut dinilai lebih sibuk mengurus citra dibanding menjawab keresahan nyata warga yang belakangan terus dihantui aksi begal, geng motor, hingga kriminalitas jalanan.

Wanda menilai, pernyataan tersebut terkesan defensif dan tidak menyentuh akar persoalan keamanan yang sedang dirasakan masyarakat.

“Kalau warga sudah takut keluar malam, pelajar menjadi korban pembegalan, dan aksi kriminal berulang terjadi, lalu masyarakat diminta jangan mem-framing Binjai tidak aman, maka pertanyaannya sederhana: siapa sebenarnya yang sedang membangun framing? Masyarakat hanya menyampaikan realitas yang mereka alami,” katanya kepada wartawan, melalui rilis yang diterima dari pesan WhatsApp, Senin (11/05/2026), malam.

Menurutnya, rasa aman tidak dibangun melalui imbauan naratif atau permintaan agar publik mengubah opini, melainkan melalui bukti nyata bahwa negara hadir dan mampu mengendalikan situasi keamanan.

“Rasa aman itu bukan dibentuk lewat kalimat persuasif di media. Rasa aman lahir ketika pelaku kriminal takut kepada aparat, bukan ketika masyarakat diminta memahami keadaan,” ujarnya.

Apakah harus jajaran kepolisian yang menjadi korban pembegalan, geng motor, dan kriminalitas jalanan baru bisa dikatakan binjai sudah dalam kondisi rawan?,” ungkapnya.

“Sangat tidak Apple to Apple jika keamanan masyarakat di bandingkan dengan keamanan Kapolres yang dikawal oleh pasukannya serta dipersenjatai,” sambungnya

Ia juga menyoroti pernyataan “jadilah polisi bagi diri sendiri” yang dinilai sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab negara kepada masyarakat.

“Kalimat ‘jadilah polisi bagi diri sendiri’ terdengar seperti masyarakat diminta berjuang sendiri menghadapi kriminalitas. Lalu fungsi aparat sebagai pelindung masyarakat di mana?,” kritiknya.

Ia menjelaskan, Hal tersebut, seperti yang dikutip dalam komentar netizen di salah satu media Instagram, diantaranya dilontarkan oleh akun Instagram miaapx_, “kalau kita disuruh jadi polisi bagi diri sendiri jadi tugas kalian sebagai polisi apa pakk”

Dan, dalam komentar lagi oleh akun lee_dra98 “oh jadi masyarakat ga perlu polisi lah ya? Kan narasinya “jadilah polisi untuk diri sendiri”.

Ia menegaskan bahwa, kritik masyarakat tidak boleh dianggap sebagai upaya menjatuhkan citra Kota Binjai, melainkan alarm keras agar aparat benar-benar serius membenahi keamanan.

“Jangan alergi terhadap kritik publik. Ketika masyarakat berbicara soal rasa takut, itu bukan framing, itu fakta sosial. Yang berbahaya justru kalau aparat lebih sibuk meredam opini daripada meredam kejahatan,” pungkasnya.(red/tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar