Pelalawan(Portibi DNP): Rencana pembangunan agrowisata sawah terintegrasi di lingkungan Komplek Perkantoran Bakti Praja, Pangkalan Kerinci, menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, meskipun kegiatan Detail Engineering Design (DED) penataan lahan sawah terintegrasi tercantum dalam sistem anggaran Tahun Anggaran 2025, pihak terkait menyebutkan bahwa dana untuk kegiatan tersebut belum tersedia.
Hal ini terungkap setelah dilakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Sarana Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Riau. Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa tidak terdapat alokasi dana yang dapat digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan DED dimaksud, meskipun kegiatan tersebut tercatat dalam perencanaan sistem anggaran.
Sementara dananya Rp 100 juta pagunya ,kemudian dana pembangunannya Rp200 juta .
“Secara sistem memang tercantum, namun untuk realisasi anggarannya saat ini belum ada dana,” ujar Kabid Sarana Pertanian saat dikonfirmasi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait sinkronisasi antara perencanaan anggaran dan kesiapan pendanaan, khususnya pada program yang dinilai strategis dalam mendukung sektor pertanian dan pengembangan agrowisata daerah.
Pembangunan agrowisata sawah terintegrasi di kawasan perkantoran Bakti Praja sendiri direncanakan sebagai bagian dari upaya optimalisasi lahan sawah, sekaligus mendukung konsep edukasi pertanian dan pariwisata berbasis lingkungan. Tahapan awal yang direncanakan adalah penyusunan DED sebagai dasar teknis pelaksanaan di lapangan.
Namun, belum tersedianya anggaran berpotensi menghambat realisasi program tersebut. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah kegiatan DED akan tetap dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 atau akan mengalami penundaan.
Pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kepastian pendanaan serta langkah yang akan diambil agar program yang telah tercantum dalam perencanaan tidak berhenti hanya sebatas dokumen.
Hal ini diminta kepada APH supaya melakukan penyelidikan secara serius.TS






















