MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Zulham Efendi, menyoroti persoalan banjir yang terjadi di Kota Medan.
Dia menilai akar persoalan bukan pada kurangnya pembangunan infrastruktur baru, melainkan buruknya sistem drainase yang bertahun-tahun tidak dibenahi menyeluruh.
“Sebenarnya akar persoalan banjir di Kota Medan bukan pada kurangnya pembangunan infrastruktur, melainkan buruknya sistem drainase yang bertahun-tahun tidak dibenahi menyeluruh,”ungkap Zulham Senin (1/12/2025).
Untuk itu politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini minta pada tahun 2026 mendatang Pemerintah Kota (Pemko) Medan fokus pada rehabilitasi drainase.
“Bukan proyek baru yang justru mengabaikan masalah utama,” ungkap legislator Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan tersebut.
Terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Medan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencatat adanya peningkatan pekerja setengah menganggu, mereka yang bekerja di bawah 35 jam per minggu dan masih mencari pekerjaan lain.
Fenomena ini menciptakan kelompok “working poor”, pekerja yang bekerja tetapi tetap miskin,”ungkap tokoh pendidikan Medan Utara tersebut.
“Penurunan pengangguran tidak boleh hanya seremonial. Program harus menyentuh kepada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya lulusan SMA/SMK yang paling rentan,” katanya.
Legislator daerah pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan ini mendukung prioritas Pemko Medan dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Namun mereka menilai kebijakan Pemko masih inkonsisten, terutama soal penyediaan tempat berdagang bagi pelaku UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL).
“Pemerintah harus menata dan menyediakan lokasi yang layak bagi pelaku UMKM, bukan justru menggusur tanpa solusi,”ungkapnya. P06





















