MEDAN (Portibi DNP) : Yosef Yus kembali dipercaya memimpin Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Medan untuk periode 2026–2030.
Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) PJSI Medan yang digelar di kawasan Jalan Senayan, Teladan Barat, Kota Medan, Jumat (16/1/2026).
Muskot PJSI Medan dibuka secara resmi Wakil Ketua PJSI Sumatera Utara, Tengku Arif Fandi Aziz. Dalam sambutannya, Tengku Arif menekankan bahwa musyawarah merupakan wadah untuk menyatukan tujuan bersama demi kesinambungan organisasi, khususnya dalam pembinaan judo di Kota Medan.
Menurutnya musyawarah ini bertujuan untuk mencapai satu tujuan, yakni bagaimana kesinambungan PJSI Kota Medan ke depan.
“Kami berharap musyawarah ini berjalan sukses dan menghasilkan keputusan terbaik. Kami juga akan terus mendorong agar organisasi berjalan dengan baik, serta para atlet tetap semangat dan mampu meraih prestasi yang lebih baik ke depannya,” ujar Tengku Arif.
Terpilihnya Yosef Yus secara aklamasi menunjukkan soliditas klub-klub judo di Kota Medan. Dari tujuh klub yang hadir, seluruhnya memberikan dukungan penuh kepada Yosef Yus untuk kembali memimpin PJSI Medan selama lima tahun ke depan.
Yosef Yus menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia mengakui, amanah tersebut bukanlah tugas yang ringan, terutama di tengah tantangan perkembangan olahraga judo dan ketatnya persaingan antar daerah.
“Dari tujuh klub yang hadir, kita mendapatkan dukungan 100 persen. Saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk kembali memimpin PJSI Medan lima tahun ke depan. Tentu ini tidak mudah, apalagi dengan tantangan zaman dan persaingan menuju PON yang semakin ketat,” kata Yosef kepada Tribun Medan.
Yosef menegaskan fokus utama kepengurusannya ke depan adalah pembinaan atlet secara lebih merata dan berkelanjutan.
Ia berencana mengaktifkan kembali klub-klub yang selama ini belum berjalan maksimal, serta membuka klub-klub baru guna memperluas basis atlet judo di Kota Medan.
“Selama ini konsentrasi kita masih pada klub-klub yang sudah memiliki atlet potensial. Ke depan, saya ingin mengaktifkan lebih banyak klub dan menjaring atlet-atlet baru,”jelasnya.
Dengan semakin banyak atlet, proses seleksi dan pembinaan akan semakin berkualitas, sehingga daya saing kita juga meningkat, baik untuk Porprovsu maupun PON.
Namun demikian, Yosef juga menyoroti tantangan besar dalam pengelolaan cabang olahraga judo, khususnya terkait keterbatasan sarana dan prasarana yang membutuhkan biaya cukup besar. Ia berharap dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk KONI Kota Medan dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Judo ini salah satu olahraga yang relatif mahal dari segi sarana. Tanpa dukungan dari Dispora tentu akan sangat berat. Kami berharap ada dukungan yang berkelanjutan agar pembinaan atlet bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
Selain itu, Yosef menekankan pentingnya kerja kolektif dalam kepengurusan PJSI Medan. Ia berharap ke depan tidak hanya segelintir pengurus yang bekerja, tetapi seluruh jajaran dapat berkontribusi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Saya ingin orang-orang yang benar-benar mau bekerja dan berkontribusi. Kita akan berbagi peran, memikirkan bersama bagaimana perkembangan judo ini, baik dari sisi prestasi, pembinaan, maupun organisasi. Jika organisasinya berjalan baik dan klub semakin banyak, maka proses pembinaan atlet juga akan semakin kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, menyampaikan keyakinannya bahwa Yosef Yus merupakan sosok yang tepat untuk memimpin PJSI Medan.
Ia menilai Yosef adalah pilihan klub-klub yang memahami kebutuhan organisasi dan pembinaan atlet judo di Kota Medan.
“Saya dari KONI Kota Medan sangat yakin bahwa ketua yang terpilih adalah pilihan klub yang bisa membawa cabang olahraga judo ini berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujar Aswindy.
Aswindy juga menegaskan komitmen KONI Kota Medan untuk terus memberikan dukungan terhadap cabang olahraga judo, meskipun tantangan anggaran menjadi kendala yang hampir dialami semua cabang olahraga.
“Judo adalah salah satu cabang olahraga yang saya support. Memang semua olahraga tidak lepas dari persoalan anggaran, tetapi itu bukan alasan untuk tidak semangat. Kita di KONI Kota Medan akan berpikir bersama bagaimana mencari solusi pendanaan, agar atlet-atlet tetap bisa berlatih dan terus didukung,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan Yosef Yus untuk periode 2026-2030, PJSI Kota Medan diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet judo berprestasi dan meningkatkan eksistensi judo Medan di kancah regional, nasional, hingga internasional.P06





















