MADINA(Portibi DNP): Kepala Desa Singengu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diduga kuat tidak mengindahkan instruksi dari Bupati Madina, Saipullah, terkait penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Berdasarkan informasi yang beredar, kepala desa tersebut disebut-sebut memiliki tambang ilegal dan 8 unit alat berat (beko) yang digunakan untuk aktivitas penambangan di wilayahnya.
Tindakan kepala desa ini memicu keprihatinan di tengah masyarakat, karena dianggap bertolak belakang dengan upaya pemerintah daerah dalam memberantas aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan melanggar hukum.
Baca juga: 431 Mahasiswa STAIN Madina Diwisuda, Ini harapan Prof Sumper Mulia Harahap
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas agar
tidak menimbulkan kerugian lebih besar, baik terhadap lingkungan maupun sosial
masyarakat setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kepala Desa Singengu maupun aparat penegak hukum terkait dugaan ini.
Permainan tambang ilegal di kotanopan salah satu nya di duga di main kan oleh oknum kepala desa Singengu Julu Maraginda Hakim, yang akrab disapa Ginda, yang sering di berita kan belakangan terakhir sedang terlibat aktif dalam aktivitas pertambangan ilegal (PETI) menggunakan Beko di Kotanopan Madina.
Pasalnya, Saipullah secara tegas meminta
masyarakat melaporkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa yang terlibat kegiatan PETI agar dijadikan dasar bagi pemerintah untuk menindak tegas pelaku.
“Saya minta media kasih nama kades dan bukti. Kalau sudah ada bukti, saya akan periksa dia lewat Inspektorat,” kata Saipullah (8/5/2025)
Saipullah menambahkan, ketika kepala desa
terbukti melakukan pelanggaran administratif, dia akan menjatuhkan sanksi tegas berupa pemberhentian. “Ketika terbukti melakukan tindak pidana, kami serahkan langsung ke polisi untuk ditindak secara pidana,” tegas Saipullah.
Sejalan dengan pernyataan Bupati Saipullah itu, beberapa warga Desa Jambur Tarutung
Kecamatan Kotanopan, membeberkan keterlibatan Kepala Desa singengu Julu, dalam aktivitas tambang emas ilegal.
Masyarakat yang mengaku mantan karyawan Ginda ini menjelaskan sampe saat ini kuat dugaan masih berjalannya Peti di jalankan Ginda.MH



















