Syaiful Ramadhan : Kasus Camat Medan Maimun Rusak Marwah Birokraksi, Pemko Harus Lakukan Evaluasi

 

MEDAN (Portibi DNP) : Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Syaiful Ramadhan mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus dugaan penyalahgunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) oleh Camat Medan Maimun, Almuqarrom Natapradja, yang digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk bermain judi online.

Setelah mengetahui kasus tersebut, Syaiful langsung menghubungi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan untuk mengetahui duduk perkaranya.

“Setelah mengetahui kasus ini, saya hubungi BKD dan mempertanyakan persoalan tersebut karena ini ada persoalan serius dimana uang yang seharusnya mendapat pengawasan yang ketat bisa digunakan dengan leluasa oleh oknum tersebut,” ungkap Syaiful saat dihubungi wartawan terkait persoalan ini, Rabu (28/1/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, persoalan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap etika, integritas, dan kepercayaan publik, terlebih dilakukan oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Kami di Komisi I DPRD Medan sangat menyayangkan kejadian ini. Penyalahgunaan KKPD untuk judi online dan kebutuhan pribadi adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Ini mencederai kepercayaan masyarakat dan merusak marwah birokrasi pemerintahan,” tegas Syaiful.

Ia menyarankan agar persoalan ini menjadi evaluasi pemko, karena hal seperti ini bisa saja dilakukan oleh pejabat lain.

“Pejabat publik yang memiliki kewenangan pengelolaan keuangan daerah seharusnya diseleksi secara ketat, transparan, dan berbasis integritas, bukan semata-mata pertimbangan administratif atau kedekatan tertentu. Kemudian sistem keamanan untuk pengelolaan keuangan juga harus lebih ditingkatkan,” katanya.

Syaiful juga meminta Pemko Medan untuk memperketat pengawasan penggunaan KKPD serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian internal agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh ASN dan pejabat di lingkungan Pemko Medan, setiap rupiah uang negara wajib dipertanggungjawabkan dan digunakan sesuai peruntukannya,” pungkasnya.

Diakuinya, terkait kasus ini pihaknya sudah mengusulkan ke Ketua Komisi 1 untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak-pihak terkait untk melihat persoalan ini sehingga ke depan kasus seperti ini tidak terjadi lagi.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar